Aher: Setiap Daerah Harus Gali Potensi

Aher: Setiap Daerah Harus Gali Potensi
SINERGI DAERAH: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kedua dari kanan), Ketua APSSI Syahrul Yasin (kanan), Gubernur Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) serta Gubenur Jatim Soekarwo (kiri) saat bincang santai di Rakernas APSSI.
0 Komentar

”Tentunya, ini akan meningkatkan pemenuhan kebutuhan bangsa kita dan menjadi kekuatan nasional,” urainya.

Di tempat sama, Ketua APPSI Syahrul Yasin Limpo menilai, Rakernas APPSI yang diselenggarakan untuk kali ketiga tersebut dapat menjadi perekat konektivitas antar provinsi terkait kesempatan kerjasama perekonomian dan perdagangan yang tentunya bisa dilakukan masing-masing daerah.

Menurutnya, dengan cara mengoptimalkan forum kepala daerah tingkat provinsi, maka akan sangat mungkin membantu dalam pemenuhan-pemenuhan kebutuhan yang bisa dilakukan masing-masing provinsi di Indonesia.

Baca Juga:Nagreg Kendan Ikuti Lomba DesaMinim Fasilitas, Popkot Tetap Digelar

”Kita berharap kekuatan-kekuatan negara ini bisa diperkuat oleh daerah sendiri dan para gubernur siap untuk bertanggung jawab,” ucap Yasin.

Dikatakan Yasin, dengan adanya konektivitas antar provinsi, maka dirinya memastikan Indonesia tidak lagi harus melakukan impor barang maupun kebutuhan dari luar negeri. Sebab, dirinya menilai setiap daerah memiliki potensi masing-masing yang belum tentu ada di provinsi lain dan bisa saling memanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan.

”Kita tidak perlu impor tekstil dari luar karena ada dari Jawa Barat. Kita tidak perlu impor beras karena ada Sulawesi Selatan. Maka bisa saling memenuhi, dan tidak harus impor,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, pemerintah daerah (Pemda) perlu membentuk kekuatan yang besar dari masing-masing daerah untuk bekerjasama dan bersinergi.

”Setiap daerah akan berusaha memajukan atau mengembangkan dirinya dari hasil belajar bersama,” kata Tjahjo.

Mendagri Tjahjo menuturkan, dengan kerjasama, masing-masing daerah akan mentransfer ilmu, ketrampilan, dan informasi.

Di samping itu, pihak-pihak yang bekerjasama dapat memperkecil atau mencegah konflik. Dengan kerjasama, daerah-daerah yang semula bersaing ketat atau sudah terlibat konflik, dapat bersikap lebih toleran dan berusaha mengambil manfaat atau belajar dari konflik tersebut.

Baca Juga:Mulai Fokus Pada Penguasaan BolaGomez dan Zanetti Saling Sanjung

Sehingga masing-masing pihak lebih merasakan keadilan. Sebab ada transparansi dalam melakukan hubungan kerjasama. Termasuk memelihara hubungan yang saling menguntungkan secara berkelanjutan.

”Kerjasama ini dapat menghilangkan ego daerah. Dengan kebersamaan seperti ini suatu bangsa dan negara dapat terus tumbuh,” ucapnya.

”Contohnya, Pak Gubernur Jawa Barat (Aher) ini, kalau tidak berbaik hati dengan Pak Gubernur Jawa Timur akan repot. Sebab, Pakde Karwo ini tiap hari mengirim 650 lebih ekor sapi ke Jawa Barat. Timbal baliknya, hasil tekstil di Jabar dikirim ke Jatim,” urainya. (adv/mg1/rie)

0 Komentar