Dedi Mulyadi Evaluasi Rekomendasi Cagub

Dedi Mulyadi Evaluasi Rekomendasi Cagub
HENDRA EKA/JAWA POS
DATANGI DPP: Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi usai rapat DPD Golkar Provinsi, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (20/11). Dedi tidak menutup kemungkinan keputusan soal pilkada di sejumlah daerah akan berubah, termasuk rekomendasi kepada Ridwan Kamil di Pilgub penahanan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.
0 Komentar

jabarekspres.com, JAKARTA – Ketua DPD I Golongan Karya provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya menunjukkan diri di kantor DPP Partai Golkar. Kedatangan Dedi di DPP adalah menghadiri rapat tim pilkada Partai Golkar. Namun, di sela-sela rapat itu, Dedi memunculkan wacana perlunya evaluasi atas rekomendasi DPP terkait calon yang diusung di Pilkada.

Setelah gagal terpilih sebagai calon gubernur Jawa Barat karena tergusur oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Dedi tak pernah menampakkan diri dalam kegiatan DPP maupun forum DPD I. Saat hadir kemarin, Dedi menyampaikan pentingnya bagi Partai Golkar melakukan upaya pembenahan di internal partai.

”Momentum ini harus dijadikan bagi kami untuk melakukan pembenahan secepatnya, tidak boleh lambat karena tahun depan sudah tahun politik,” kata Bupati Purwakarta tersebut.

Baca Juga:Kader Golkar se-Jabar Bergejolak, Tuntut Ketum LengserBilly Masih Betah Main di Persib

Dedi menyatakan, saat ini sudah ada ketua harian Nurdin Halid yang sesuai AD/ART bisa menjabat posisi pelaksana tugas Ketua Umum. Dedi berharap dengan kepemimpinan yang baru, partai bisa membahas kebijakan baru terkait isu-isu strategis. Dalam hal ini, Dedi tidak menampik saat ditanya apakah kebijakan baru itu termasuk melakukan evaluasi atas rekomendasi calon di pilkada.

”Melakukan evaluasi demi kebaikan partai kenapa tidak, apapun. Sebab, tujuannya partai ini kan menang. Modal demokrasi Golkar harus terjaga dengan baik,” ujarnya.

Dedi mengakui bahwa elektabilitas Partai Golkar saat ini menurun, termasuk di Jabar. Elektabilitas Partai Golkar di Jabar biasanya menyentuh 18 persen, namun saat ini hanya berada di kisaran 12 persen. Upaya memperbaiki elektabilitas bisa dilakukan melalui kepemimpinan yang baru.

”Elektabilitas bisa diselesaikan lewat kepemimpinan baru Partai Golkar sendiri di hulunya. kedua, adalah kinerja para kader yang kembali memiliki vitamin baru untuk turun ke masyarakat dan punya kepercayaan diri yang kuat,” ujarnya. (bay/rie)

0 Komentar