jabarekspres.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
Aher sapaan Ahmad Heryawan melantik Eni Sumarni yang merupakan Anggota Komisi I DPD RI sebagai Ketua Umum Lasqi dan Imas Nuraeni yang merupakan Anggota âKomisi I DPRD Jawa Barat sebagai Ketua Harian Lasqi Jawa Barat.
Aher mengatakan, âpihaknya sangat mendukung kegiatan seni Qasidah dihidupkan kembali dan dia mengaku mengapresiasi pembentukan kelembagaan Lasqi Jabar agar ada pengurus yang memperhatikan dan mengembangkan seni yang dianggap sudah mati suri. ââSekarang kita hidup lagi ada ketuanya baru, dan oleh karenanya kita meyakini harapan untuk maju dan dikembangkan itu bisa terjadi dengan baik,â kata Aher usai pelantikan kemarin (27/10).
Baca Juga:Adipura untuk Pelecut Jaga kebersihanAppetizer hingga Dessert Minang
âDikatakan Aher, Qasidah merupakan sebuah genre dari seni musik yang seiring perkembangan zaman mulai ditinggalkan oleh generasi sekarang karena dinilai kampungan. Padahal, kata dia, Qasidah memiliki berbagai sub genre, yakni dari mulai yang sederhana sampai modern pun ada.
Dengan dibentuknya kepengurusan baru Lasqi Jabar, Aher meminta semua âpihak berkewajiban mempertahankan dan mengembangkan seni Qasidah tersebut yakni, dengan cara terus menghidupkan dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
âAlat keseniannya dimodernkan atau keseniannya dimodifikasi, yang jelas secara umum kan pesannya pesan moral, pesan pendidikan, pesan keagamaan,â kata dia.
Sementara itu, Ketua Harian Lasqi Jabar, Imas Nuraeni mengaku bersyukur dengan dibentuknya kepengurusan baru Lasqi Jabar. Pihaknya akan berupaya agar seni Qasidah tidak lagi tertinggal dan seni musik yang dianggap kampungan. ââKita pengen mengangkat bagaimana supaya seni Qasidah ini, kalau bisa anak-anak muda ini termotivasi ingin mendengarkan dulu, apalagi ingin nantinya menyanyikanâ,â kata Imas di tempat sama.
Dikatakan Imas, pihaknya merasa perlu menghidupkan dan mengembangkan seni Qasidah karena remaja sekarang lebih menggandrungi musik-musik modern. Menurutnya, untuk mengimbangi hal tersebut, pihaknya pun akan memodernisasi seni Qasidah agar bisa diterima remaja saat ini. âDulu kan sekedar ketimpring atau genjring. Nah, sekarang ini dikolaborasi dengan full musik seperti pemain-pemain musik pop, cuma ini kan syairnya nuansa Islami,â kata dia. (mg1/ign)
