Sementara Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Dah Saepuloh menyebutkan, di Kabupaten Bandung sendiri terdapat sekitar 39 ribu santri dari 610 pesantren.
Dari jumlah tersebut, seharusnya bisa berkontribusi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas baik secara umum maupun dibidang agama.
“para santri ini, sedikitnya berkarakter kemandirian, disiplin, bertanggungjawab dan akhlak mulia bisa mendukung terwujudnya pembangunan,” cetus Dah.
Baca Juga:Eksekusi Ruko Tidak Berizin LambanBuat Komitmen Untuk Penanganan Limbah
Dah menilai, memilih pendidikan pesantren atau menjadi seorang santri saat ini sudah mengalami peningkatan. Bahkan, paradigma pesantren di mata masyarakat memiliki pola pendidikan tradisional sudah banyak berubah.
“Sekarang itu banyak sekali pesantren-pesantren yang mengusung konsep modern dengan pola pendidikannya,”jelas Dah.
Untuk itu, setiap pesantren dapat dipastikan akan memiliki keunggulan bila dibandingkan anak yang menempuh pendidikan umum. Sebab, selain pandai dengan mata pelajaran biasa, lulusan santri juga dibekali ilmu agama yang sangat dalam.
“Sudah banyak santri-santri yang berhasil menorehkan prestasi, bahkan banyak mendapatkan beasiswa melanjutkan jengjang ke Universitas ke negara-negara timur tengah,”tutup Dah (rus/yan).
(Rus)
