Lebih lanjut Eros menjelaskan, saat ini laporan keuangan penggunaan DD baru tercatat 29%, dan pihaknya mempertanyakan kinerja juga kepimpinan Kades.
“Kita sudah mencatat, baru 29% laporan yang masuk, ini harus dipertanyakan bagaimana kinerja Kades selama ini. Sudah diberikan pelatihan dan sosialisasi masih saja ada yang tidak serius,” keluhnya.
Dalam mendukung terwujudnya desa mandiri, Eros menjelaskan, setiap Kecamatan harus memilki satu desa unggulan, untuk itu kata Dia pihaknya akan yerus berupaya untuk hal tersebut khususnya untuk penggunaan DD yang proporsional untuk masyarakat.
Baca Juga:Tetap Fokus Demi PerungguWaspada, Saat Ini Beredar Gula Tak Layak
“untuk desa mandiri, sekitar 240 desa sudah punya website desa. Ini baru salah satu komponen desa mandiri. Tentunya penggunaan DD harus proporsional dan sesuai dengan peruntukan, jangan sampai para perangkat desa berhadapan dengan masalah hukum,” pungkasnya
