489 Atlet Yong Moodo perebutkan Piala Kasad

“Diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet Yong Moodo TNI AD yang handal dan berprestasi. Sehingga pada gilirannya dapat mendukung keberhasilan tugas pokok TNI AD,” ujarnya.

Multono menuturkan, TNI AD merasa berkewajiban untuk mendukung program pemerintah, khususnya di bidang olahraga. Terlebih, melalui kejuaraan ini, TNI AD berkeinginan untuk mengambil bagian dalam upaya mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.

“Saya juga berharap BDM Yong Moodo dapat diterima KONI sebagai cabang olahraga beladiri yang akan dipertandingkan pada PON mendatang,” ujarnya.

Dia menjelaskan, olahraga Yong Moodo merupakan olahraga yang sangat keras dan penuh tantangan. Untuk itu, Mulyono menekankan, agar panitia penyelenggara dan seluruh peserta dapat memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan dengan menerapkan langkah-langkah yang cermat dan teliti serta prosedural, sehingga kejuaraan ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar serta mampu menarik minat masyarakat.

Untuk itu, kepada atlet peserta kejuaraan agar memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya dengan bertanding secara sportif, jujur dan kesatria serta hindari hal-hal yang dapat merusak kehormatan diri serta citra baik TNI AD.

Mulyono mengakui, ada beberapa evaluasi yang harus diperhatikan pada kejuaraan sebelumnya atau pada 2016 seperti masih terjadi keributan sehingga mengganggu jalannya pertandingan, kedua kurangnya kemampuan dan pemahaman serta waktu penakaran yang terbatas sehingga di pihak wasit masih ditemukan adanya asisten wasit dan petugas meja yang melakukan kesalahan-kesalahan yang berpengaruh terhadap keputusannya.

” Yang harus di evaluasi juga adalah tingkat kontrol pukulan. Agar tidak terjadi lagi yang cedera fatal, ini harus menajdi perhatian bersama,” tegas Mulyono. (ziz/yan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.