Pada hari kedua di Iten, saya sudah ketemu Wilson Kipsang Kiprotich, mantan pemilik rekor dunia lari maraton (42,195 km) dengan catatan waktu 2 jam 3 menit 13 detik. Sekitar sepekan kemudian (1/8), saya bertemu Abel Kirui, juara Berlin Marathon 2009 dan Daegu (Korsel) Marathon 2011 serta peraih perak maraton Olimpiade London 2012. Dan, kemarin (4/8) saya berjumpa pemilik HATC, Lornah Kiplagat.
Wilson punya rumah dan hotel di Iten. Adapun Abel tinggal di Global Sports Camp. Di kamp tersebut juga ada Eliud Kipchoge, peraih emas maraton Olimpiade 2016.
Ada lebih dari seratus kamp lari di Iten. Dan, pada Juli–Agustus, semua kamp tersebut penuh. Sebab, saat ini tidak banyak race besar. Waktu itulah yang dipakai para pelari Kenya untuk berlatih di Iten. Setiap kamp dihuni 7–10 pelari.
Baca Juga:Densus Tipikor Polri Diusulkan Awasi Dana DesaTimnas U-19 Indonesia Coret Tiga Pemain
Menurut Songok, Iten merupakan tempat ideal untuk meng-upgrade kemampuan lari. Kondisi alamnya yang penuh tanjakan dan turunan sangat memadai bagi pelari untuk melatih ketahanan dan kecepatan.
Ketinggian Iten 2.400 meter di atas permukaan laut. ”Kalau sudah terbiasa berlatih di sini, akan sangat mudah menaklukkan race maraton (di mana saja) yang biasanya cenderung flat,” kata Songok.
Kamp yang saya tempati, HATC, merupakan kamp khusus bagi orang asing yang ingin merasakan atmosfer lari di Kenya. Luas kamp HATC sekitar 1 hektare. Ada 20 kamar di sini.
Kamarnya sangat sederhana. Yang saya tempati berukuran 2,5 x 5 meter. Separonya untuk kamar mandi. Fasilitas di kamar berupa tempat tidur single bed, lemari kecil, meja kecil, shower air hangat, WC, dan wastafel. Kalau ingin menonton televisi atau menggunakan wifi, tersedia di lounge. Fasilitas lainnya, kolam renang, fitness center, dan laundry.
Satu lagi, Lornah juga membangun lintasan atletik berstandar internasional di Iten yang diberi nama Lornah Kiplagat Sport Academy. Lintasan itu sangat privat. Untuk menggunakannya, pengunjung harus menyewa. Tapi, penghuni HATC bebas berlatih di lintasan tersebut.
Untuk ukuran kamp lari di Kenya, HATC sangat mewah. Saya mengunjungi beberapa kamp pelari-pelari lokal, kondisinya sangat mengenaskan. Beberapa tampak seperti rumah petak yang kondisinya terkesan kumuh. Bangunan-bangunan itu milik warga setempat yang disewakan kepada pelari-pelari dan dijadikan kamp.
