Warga Keluhkan Air Bersih dan Listrik

rumah relokasi
RUMAH RELOKASI : Salah satu warga di kampung Rancakole Desa Rawabogo Kecamatan Ciwidey sedang memperhatikan rumah yang ditempatinya karena belum memiliki listrik. 35 rumah yang diperuntukan ditempati 35 kepala keluarga yang direlokasi, dampak dari pergerakan tanah pada 2015 lalu.
0 Komentar

“Bahan bangunan yang diberikan oleh pemerintah itu tidak cukup. Akhirnya kami juga pontang panting cari uang untuk menambah kekurangannya. Rumah saya juga karena sudah tak punya uang, tapi saya perlu tempat tinggal belum selesai juga terpaksa saya tempati. Rumah milik warga lainnya juga banyak yang belum diselesaikan, ada yang bagian atap, dinding, jendela dan lantainya belum selesai. Tapi karena sudah tak punya uang yah dibiarkan kosong,”tuturnya

Untuk sumber air bersih, sebenarnya kata Dani, pemerintah berjanji akan membuat sumur dan fasilitas MCK. Begitu juga untuk aliran listrik, di kampung itu telah dipasangi tiang listrik lengkap dengan kabel jaringannya. Namun sayangnya, warga di kampung itu tak mengetahui kapan rencana tersebut direalisasikan.

“Yah semoga saja secepatnya dilaksanakan. Soalnya kami sangat membutuhkan air dan listrik, kasihan anak anak,” pungkasnya

Baca Juga:Dinkes Cimahi Gelar Khitanan MassalPanic Button akan Disosialisasikan Lagi

Ketua Pokja Divisi Kampanye Forum Diskusi Anggaran (FDA) Kabupaten Bandung, Gunawan mendesak Pemerintah Kabupaten Bandung untuk segera memenuhi kebutuhan dasar warga Kampung Legokkole. Yakni berupa penyediaan air bersih, sanitasi,listrik dan juga proteksi lahan agar tidak terjadi longsor.

“Ini kan kita berbicara relokasi, dimana kewajiban pemerintah menyediakan kebutuhan dasar. Yakni berupa penyiapan infrastruktur, termasuk proteksi lahan, karena disana juga kelihatannya ada potensi longsor dari tebing. Kalau tidak diproteksi dengan Tembok Penahan Tanah (TPT), bisa mengancam kembali keselamatan warga,”pungkasnya (Rus)

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bandung Sofyan Nataprawira mengatakan, bagi warga yang direlokasi karena terkena dampak dari peregrakan tanah yang terjadi pada tahun 2015 lalu tidak usah khawatir karena pemerintah melalui dinas Diskimtan akan segera melakukan penyelesaian kekurangan fasilitas yang dibutuhkan.

“Nanti diselesaikan kalau ada kekurangan, yang telah dibangun oleh BPBD termasuk sarana air bersih dan intalasi listrik,” jelasnya kepada wartawan di Soreang, (Jumat 7/7).

Sofyan mengaku baru mengetahui sekarang tentang keluhan warga tersebut, oleh karena itu pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar segera melakukan pengecekan ke lokasi sehingga apa yang menjadi kebutuhan warga bisa diketahui dan juga bisa terealisasi.

0 Komentar