Korupsi Sudah Dirancang

Andi Narogong
IMAM HUSEIN/JAWA POS
MEGA KORUPSI: Pengusaha Pengerjaan Proyek E-KTP Andi Narogong seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, beberapa waktu lalu.
0 Komentar

jabarekspres.com, BANDUNG – Banyaknya modus-modus kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jawa Barat perlu menjadi ke­waspadaan semua pihak. Sebab, pola dan simpul ko­rupsi di masih menggurita.

Penyidik Madya Reskrimsus Polda Jabar AKBP Harso Pudjo Hartono mengatakan, sebetulnya pola-pola modus kasus korupsi saat ini sangat banyak. Bahkan beberapa sudah dirancang mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan atau pengadaan.

”Jadi mulai dari perenca­naan dan pelaksanaan itu ada semuanya. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada intervensi dari pejabat-peja­bat tertentu untuk menggol­kan anggaran dari pusat ke daerah,” jelas Harso dalam seminar pemberantasan ko­rupsi dalam bingkai penega­kan hukum di Indonesia di Gedung Indonesia Menggu­gat, baru-baru ini.

Baca Juga:Kredit bank bjb Tumbuh 13,6 PersenSergio Kemungkinan Masih Absen Saat Jamu Sriwijaya FC

Menurutnya, modus yang biasa terjadi di antaranya dengan melakukan Perkiraan Harga Sendiri (HPS) dalam tender. Nah, bila hal itu sudah dilakukan, langkah selanjut­nya adalah markup harga dan melakukan rekayasa angga­ran proyek.

Begitu pun dengan proposal bodong yang diajukan untuk permintaan dana Hibah dan Bansos. Dia menegaskan, da­lam aturan sering kali dibuat terlebih dahulu untuk memu­luskan rencana melakukan tindakan korupsi tersebut.

Dia mengaskan, untuk kasus tingkat korupsi yang sering terjadi biasanya untuk peng­gunaan bansos dan dana hibah dengan menggunakan proposal fiktif. Sehingga ban­tuan tersebut mengalir ke­pada orang-orang untuk di­gunakan kepentingan lain yang bukan peruntukkannya.

Disinggung, soal kerawanan korupsi untuk pendanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 2018, Harso menilai, peluang ko­rupsi bisa saja terjadi. Salah satunya, melalui penyalah­gunaan anggaran bantuan dana desa.

”Ini juga terus akan kita awasi dan saya mengajak seluruh masyarakat juga un­tuk ikut mengawasi. Bila di­temukan penyimpangan, maka segera dilakukan pro­sedur penyelidikan,” kata dia.

Asisten Tindak Pidana Khu­sus Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Anwarudin Sulistyono mengungkapkan, saat ini su­dah banyak kasus-kasus ko­rupsi yang sudah ditangani Kejaksaan Tinggi Jabar.

Meskipun tidak bisa mem­berikan data, dirinya memas­tikan untuk kasus korupsi pasti selalu terjadi setiap ta­hunnya.

0 Komentar