Siswa SLB Turut Ujian, Hari Kedua UNBK Berjalan Lancar

”Sejauh ini belum ada, mudah-mudahan tidak ada kendala sampai selesainya ujian nanti,” harap Agus.

Sementara itu, Siti Rukmanah, salah seorang peserta UNBK di SMAN 9 Kota Bandung mengaku, dirinya sempat merasa bingung dengan sistem ujian tahun ini. Tapi, setelah dicermati ternyata sistem ujian seperti ini sama sekali tidak sulit.

”Sempat bingung juga. Tapi kalau sudah ngerti mah enak juga ujian pake sistem UNBK,” pungkasnya.

Sementara itu, di Tasikmalaya, berdasarkan laporan yang diterima Ketua Koordinator Pengawas SMA Kota Tasikmalaya H Dadang Abdul Patah MM, UNBK sejak hari pertama dan kedua lancar.

”Sikapi UNBK ini dengan santai, perlakukan seperti kita bermain kusi di komputer tapi tetap materi harus dikuasai,” ujar Dadang kemarin.

Kata dia, sedikitnya ada lima sekolah di Kota Tasikmalaya yang seluruh siswanya melaksanakan ujian di sekolah lain. Sementara dua sekolah sebagian siswanya melaksanakan di sekolah lain.

”SMA Negeri 8 Tasikmalaya melaksanakan ujian di SMKN 3 Tasikmalaya, SMAN 9 Tasikmalaya melaksanakan ujian di SMKN 1 Tasikmalaya, SMAN 10 Tasikmalaya melaksanakan ujian di SMK N 2 Tasikmalaya, SMA Terpadu Lisda melaksanakan ujian di  SMA Terpadu Riyadlul Ulum, SMA Darul M melaksanakan ujian di SMA Terpadu Riyadlul Ulum,” ungkap Dadang.

Kepala SMA Negeri 10 Kota Tasikmalaya Guruh Maha Awan mengatakan pihaknya melaksanakan ujian nasional dengan menumpang di SMK Negeri 2 Tasikmalaya karena sarana dan prasana di SMA Negeri 10 Tasikmalaya tidak memadai untuk menampung seluruh siswa kelas 12 yang akan melaksanakan ujian. ”Jadi kita tidak bisa melaksanakan UNBK secara mandiri,” ujarnya.

Walaupun melaksnakan ujian di sekolah lain, dikatakanya, pelaksanaan ujian berjalan kondusif, tidak terganggu dengan adanya kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di SMK Negeri 2 Tasikmalaya. Sebab, kelas yang digunakan untuk ujian adalah kelas 12 yang saat ini sedang tidak digunakan karena mereka sedang mendapatkan pembekalan pasca UNBK. ”Ada kegiatan belajar mengajar di sini, tapi tidak menggangu jalanya ujian,” tuturnya.

Ajeng, salah seorang siswa SMA Negeri 10 mengatakan dengan melaksanakan ujian di sekolah lain, dia sedikit terganggu, apalagi di sekolah yang ditempatinya sedang ada proses belajar mengajar. Namun, kata dia, dirinya tidak bisa berbuat banyak karena sekolahnya belum memiliki fasilitas yang lengkap, terutama komputer.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan