Tunggu Kereta Cepat Jepang

Tunggu Kereta Cepat Jepang
BASAH KUYUP: Raja Salman bin Abdul Azis Al Saud terlihat didampingi Presiden Jokowi yang rela hujan-hujan saat tiba di istana Bogor, waktu lalu (1/3).
0 Komentar

Kedua proyek tersebut memang sangat ditunggu publik. Proyek kereta cepat, bila terealisasi, akan memangkas waktu tempuh Jakarta ke Surabaya hingga dua pertiganya. Bila sebelumnya menggunakan KA eksekutif butuh waktu sembilan jam, bila ada kereta cepat hanya butuh waktu tiga jam.

Bagaimana dengan Saudi? Kunjungan Raja Salman bin Abdulazis Al Saud disebut-sebut sebagai salah satu kunjungan pemimpin negara paling heboh setelah Presiden Barrack Obama. Sebelum kunjungan terlaksana, Saudi melalui Aramco sudah menandatangani komitmen kerjasama dengan pertamina untuk membangun kilang minyak di Cilacap.

Selebihnya, Saudi berkomitmen untuk berpartisipasi dalam pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia. termasuk di dalamnya perumahan murah. Selain itu, peluang tenaga kerja Indonesia khususnya di bidang medis makin terbuka setelah ada kerjasama rekrutmen dan pengembangan tenaga profesional di bidang kesehatan.

Baca Juga:500 Rumah Terendam Banjir di PasehUmuh Ungkap Penyebab Kegagalan Persib Lolos ke Final

Yang tidak dilakukan dengan negara lain adalah kesepakatan di bidang keagamaan. Saudi mempersilakan Indonesia menambah jumlah penerbangan hingga menjadi 40 penerbangan sepekan. Itu bagian dari penambahan bandara pemberangkatan umrah dari lima menjadi delapan bandara. Penambahan penerbangan itu akan memudahkan jamaah umrah.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan kunjungan kepala negara seperti Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud itu lebih ditujukan untuk memperkuat hubungan dua negara. Sifatnya sangat umum untuk berbagai bidang mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga budaya. Termasuk untuk mengubah citra kurang bagus yang selama ini melekat di benak negara lain.

”Biasanya kunjungan raja begini itu tidak teknis. Teknisnya justru setelah ini,” ujar JK usai melepas kepergian Raja Salman di Bandara Halim Perdana Kusuma, Sabtu (4/3).

Pada kunjungan Raja Salman itu ditandatangani sebelas MoU di Istana Bogor dan sebuah kesepakatan kerja sama. JK yakin setelah melihat citra positif seperti pembangunan ibukota dan kondisi yang aman itu bisa menarik investor. Pada tahapan selanjutnya bakal lebih banyak kunjungan ke Indonesia untuk membahas teknis kerja sama. Tapi, memang tidak bisa instan karena butuh proses dan telaah teknis.

”Itu nanti justru yang menghasilkan, kunjungan-kunjungan yang bersifat tekniks itu jangka panjang,” imbuh pejabat berlatar belakang pengusaha itu.

0 Komentar