LKIP sebagai Media Evaluasi Perbaikan Kinerja

LKIP
IGUN RUCHIYAT/BANDUNG EKSPRES
BAHAN EVALUASI: Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Ir. H. Sofian Nataprawira, MP sampaikan sambutan di acara Sosialisasi Penyusunan LKIP di Bale Sawala Soreang, Senin (27/2).
0 Komentar

bandungekspres.co.id, SOREANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Sofian Nataprawira, meminta jajarannya agar Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) dapat dijadikan media evaluasi dan perbaikan Perangkat Daerah (PD).

”Khususnya dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing dalam melaksanakan pelayanan publik,”  kata Sofian saat acara Sosialisasi Penyusunan LKIP di Bale Sawala Soreang, kemarin (27/2).

Sebut dia, sesuai dengan aturan yang ada, instansi diwajibkan untuk melakukan review terhadap kinerja yang telah mereka lakukan.  ”Maka sebagai upaya evaluasi dan perbaikan demi tercapaianya visi dan misi daerah, LKIP wajib disampaikan sebagai media dan sarananya,” ungkap Sofian.

Baca Juga:Santoso Dipanggil KPKSudiarto Lantik Forum Kota Sehat

LKIP y akan menjadi tolak ukur keberhasilan, bagi setiap PD dalam melaksanakan program kerjanya.  Dia berharap, dari hasil LKIP, PD bisa merumuskan anggaran dengan berbasis kinerja, penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ke depan bisa lebih maksimal sehingga keberhasilan sasaran visi misi pemerintah bisa terukur dan tercapai.

”Saya harap LKIP ini dijadikan alat ukur keberhasilan PD, baik dalam perumusan RPJMD, Rencana Kerja (Renja) bahkan penyusunan anggaran berbasis kinerja berdasarkan skala prioritas bagi pelaksanaan pembangunan,” imbuh Sofian.

Dia berharap para Kaepala Sub Bagian (Kasubag) Penyusunan Program yang baru menjabat, karena ada perubahan SOTK (Susunan Organisasi Tata Kerja), agar bisa meningkatkan kapasitas dan pengetahuannya, sehingga LKIP yang disusun bisa lebih relevan, akuntabel dan terukur.

“Kasubag penyusunan program, dalam hal ini sebagai penyusun LKIP, juga harus cerdas. Melalui sosialisasi ini, semoga peserta bisa lebih meningkatkan kapasitasnya. Bahkan LKIP yang disusun bisa berkualitas sesuai dengan RPJMD, Rencana Strategis (Renstra), sehingga indikator dari program yang dilakukan PD harus pada level outcome (hasil) yang bisa terukur,” katanya.

Kepala Bagian Organisasi Yudhi Abdurrahman menuturkan, mengatakan LKIP disusun oleh PD harus menetapkan indikator kinerja dalam setiap dokumen perencanaan secara spesifik.  ”Dari dokumen perencanaan, indikator yang disusun harus dapat dicapai, terukur, berjangka waktu tertentu dan dapat terpantau sehingga pelaksanaan juga hasilnya dapat lebih terarah dan tepat sasaran,” ucap Yudhi.

Sebagai tindaklanjut dari hasil penilaian SAKIP (Sistem Akuntailitas Kinerja Instansi Pemerintah) beberapa waktu lalu, dari 54,6 point dengan nilai cc Pemkab Bandung, Dia berharap sosialisasi ini selain meningkatkan kapasitas aparatur, juga bisa  memberikan peningkatan kinerja instansi PD secara umum dan berangsur pada nilai lebih baik.

0 Komentar