Sementara itu, akibat terjadinya jalan amblas di Desa Kawahmanuk, Kecamatan Darma, jalur utama dari Kuningan menuju Majalengka dan Ciamis. Begitu juga sebaliknya, dialihkan melalui dua jalur alternatif. Kendaraan roda dua dan empat pun terpaksa harus rela menempuh waktu lebih lama dengan menelusuri jalur alternatif tersebut.
Para pengendara roda dua dan empat dari arah Kuningan menuju Cikijing (Majalengka) dan juga sebaliknya, bisa melintasi jalur alternatif melalui Desa Jagara, Desa Sakerta Timur, Desa Sakerta Barat, Desa Sukarasa dan keluar di Desa Cipasung, Kecamatan Darma. Alternatif berikutnya, kendaraan dari arah Kuningan menuju Cikijing serta sebaliknya bisa juga melintasi Desa Parung dan Desa Gunung Sirah, Kecamatan Darma, untuk kemudian keluar di Desa Cipulus, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan Drs Deni Hamdani SSos MSi menjelaskan pengalihan jalur telah disesuaikan dengan kondisi jalan yang ada. Hanya saja untuk kendaraan besar seperti truk tronton dan bus tidak bisa melintasi jalur alternatif mengingat kondisi jalan hanya bisa dilalui kendaraan kecil, ditambah jalur yang berbelok-belok.
Baca Juga:Sapu Bersih Fase Grup, Persib Melaju ke Delapan BesarBPJS Kesehatan Gelar Rapat Kerja Daerah, Target Universal Health Coverage 2019
”Kita menyesuaikan dengan medan yang ada. Untuk kendaraan dari timur bisa lewat Jagara dan memutar keluar dari Desa Sakerta Timur dan Barat. Hanya saja untuk mobil besar harus memutar arah karena tidak memungkinkan melintasi jalur alternatif itu. Mudah-mudahan ini tidak memberikan dampak yang begitu besar bagi masyarakat,” ujar Deni.
Sama halnya dengan BPBD, pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan banyak pihak, termasuk di dalamnya koordinasi dilakukannya dengan Satker (Satuan Kerja) Kementerian Pekerjaan Umum. Hal itu dilakukan mengingat jalan yang amblas merupakan jalan nasional, sehingga tanggung jawab untuk perbaikan pun ada di pemerintah pusat.
“Mudah-mudahan bisa segera diperbaiki. Saya tidak bisa memprediksi berapa lama perbaikannya, tapi mudah-mudahan nanti perbaikan dilakukan secepatnya. Ini jalan nasional yang merupakan akses aktivitas masyarakat sehari-hari. Mudah-mudahan dengan kejadian seperti ini masyarakat bisa waspada. Yang jelas pengalihan jalur menyesuaikan saja,” ucap mantan Kasat Pol PP Kuningan tersebut.
Sementara itu, Kepala Pengawas Lapangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wilayah Lohbener-Indramayu, Cirebon-Losari, Cirebon-Kuningan dan Ciamis G Supriatno yang tiba di lokasi beberapa jam setelah kejadian mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengukuran terhadap jalan amblas tersebut untuk kemudian akan segera dilakukan perbaikan.
