oleh

Puti dan Maman Makin Akrab

Maman yang lahir di Sumedang, 8 Desember 1972 punya modal sosial yang kuat. Di samping  kultur dan stuktur NU, jaringan pesantren yang diasuh saudara-saudaranya seperti Al-Mizan di Majalengka, Al-Faqieh di Sumedang, Al-Istiqamah di Bandung dan Al Jarnuziyah di Tasik, Maman punya keluarga besar di Cirebon, Majalengka dan Tasik.

Puti punya kekuatan lebih ril. Konstituen di Kuningan, Banjar dan Ciamis dan tentu basis PDIP yang sangat menghormati Proklamator jadi modal besar untuk memimpin Jabar.

Baca Juga:  Nakes di Kabupaten Bandung Barat Belum Terima Insentif Sejak Tahun Lalu

Keduanya bersahabat dan berprestasi. Bukan rahasia bila Maman yang santri sangat nasionalis dan hormat kepada Ketua Umum PDIP Hj. Megawati Soekarno Putri.

”Saya dulu juga dengan modal finansial seadanya alhamdulilah bisa menjadi anggota DPR RI. Untuk maju di Pilkada Jabar, mengalir saja dulu. Kalau ada dukungan dari masyarakat dan dipercaya oleh partai, saya harus siap. Dengan Mba Puti sudah ada kedekatan,” ujarnya. (rls/man/fik)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga