bandungekspres.co.id, BANDUNG – Warga Kabupaten Bandung mengapresiasi keberadaan Polisi santri yang baru saja dikukuhkan kemarin, Selasa (18/1) di halaman Polres Bandung. Polisi Santri bertugas menyiarkan agama Islam saat bertugas.
”Alhamdulilah atuh sekarang sudah ada namanya Polisi Santri,” kata Agus Abdulah, 47, warga Baleendah, Agus Abdulah pada wartawan, kemarin (18/1).
Dikatakan Agus, dengan adanya Polisi Santri ini, dirinya berharap tidak adalagi gesekan antara aparat keamanan (Polisi) dengan masyarakat sekitar. Bahkan, peranan polisi jadi bertambah sebagai pemuka agama.
Baca Juga:Ternyata Gaji PNS Sudah CairPasar Lokal Berpihak ke Petani Kopi
”Berarti polisi santri bisa berikan tausiah juga ya mas?” tanya Agus dengan penuh penasaran.
Untuk diketahui, Polres Bandung mengukuhkan sebanyak 70 orang anggota sebagai polisi santri. Yang tergabung dalam satuan ini ialah mereka (anggota polres) yang memiliki kemampuan membaca Al-Quran dan bisa menyampaikan tausiah.
Ke depan, para polisi santri tersebut jika dibutuhkan masyarakat bisa mengajar baca dan tulis Al-Quran dan mengisi kajian keagamaan.
”Polisi Santri diambil dari tahapan seleksi terhadap 27 polsek di wilayah hukum Polres Bandung. Tiap polsek diambil tiga orang yang mempunyai kemampuan di bidang ilmu agama,” ujar Kapolres Bandung, AKBP M. Nazly Harahap kepada wartawan belum lama ini.
Menurutnya, alasan dikukuhkannya polisi santri dikarenakan kondisi di Kabupaten Bandung yang banyak terdapat pesantren dan majelis talim. Sehingga, anggota Polri yang memiliki kemampuan di bidang agama bisa dilibatkan.
”Para anggota yang telah dikukuhkan, selain menjalankan tugas pokok, juga ketika dibutuhkan bisa memberikan kajian-kajian keagaamaan seperti mengisi ceramah dan mengajar baca dan tulis Al-Quran,” tutur Nazly. (bon/rmo/ign)
