Jadi Gunjingan di Kereta, Blue House pun Sepi

seoul
PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS
DINGIN TAPI PANAS: Wartawan Jawa Pos di depan Seoul Stasion sebelum melanjutkan perjalanan ke Busan, Korea Selatan, baru-baru ini.
0 Komentar

Sebagai perwakilan Bank BNI, Wan memiliki hubungan cukup baik dengan berbagai kalangan di Korsel. Dengan demikian, dia mengetahui sikap dan ekspresi warga yang tinggal di negara dengan luas 100.210 km persegi itu setelah Park dimakzulkan. Bagi masyarakat, yang penting keinginan dan suara mereka didengar parlemen. Tak perlu larut dalam kekecewaan meski tuntutan mundur tak dituruti Park. ”Kita salut kepada masyarakat Korea yang bijak dalam bersikap. Kita (warga Indonesia, Red) mesti meniru,” tutur Wan, lantas tersenyum.

Meski kondisi politik Korsel sedang memanas, roda perekonomian Negeri Ginseng itu tetap berjalan dengan baik. Bahkan, sektor wisata yang juga menjadi andalan mereka tidak terganggu. Contohnya, wisatawan asal Indonesia tetap berdatangan. Seolah tidak terjadi apa-apa.

Menurut Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Seoul Fuad Adriansyah, kondisi sosial dan keamanan Korsel tidak tercederai oleh peristiwa politik. Wisatawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, tetap antre ke destinasi-destinasi wisata favorit. ”Saya belum mengecek berapa jumlahnya (wisatawan asal Indonesia, Red), tapi kayaknya normal seperti biasa. Nggak ada yang berubah,” papar Fuad. (*/c10/c9/ari/rie)

0 Komentar