Peminjaman Pemain Memicu Kontroversi

Peminjaman Pemain Memicu Kontroversi
MENGARAHKAN: Manajer Arsenal Arsene Wengersaat berada di sisi lapangan hijau. Pada bursa transfer tahun ini, Wenger merasa dikecewakan oleh Chealsea karena perebutan pemain terbaik.
0 Komentar

Daripada sebaran peminjaman pemain yang cenderung acak ini Wenger berharap Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mengijinkan sebuah klub di jajaran elit punya klub satelit satu federasi yang sama namun berkompetisi di level yang lebih bawah.

Usul Wenger ini sepertinya melongok kepada pengaturan yang dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Barcelona maupun Real Madrid tak kesulitan ’membuang’ pemain akademi mereka disebabkan di kasta sepak bola yang lebih rendah, pemain-pemain akademi tampil secara reguler.

Bahkan seorang Zinedine Zidane pun yang kini melatih Real dimatangkan oleh kompetisi bersama Real Castilla yang berlaga di kasta kedua Liga Spanyol.

Baca Juga:Polytron Optimistis Pertumbuhan Naik di 2017Pertanyaan Kebijakan Baru

Sementara itu, Direktur Teknik Chelsea Michael Emenalo kpeada BBC menolak tuduhan seandainya mereka menimbun pemain di level akademi lalu menelantarkannya dengan meminjamkan mereka.

”Peminjaman yang kami lakukan ini tidak semata-mata untuk mengembalikan uang yang sudah kami tanam. Akan tetapi kami ingin mereka berkembang,” tutur Emenalo.

Di mata Emenalo pemain pun sebenarnya nyaman dengan peminjaman tersebut karena itu dapat mematangkan mereka. Meski tak semua pemain pinjaman langsung nyetel pada musim pertamanya.

Di sisi lain, mantan direktur sepak bola Liverpool dan Tottenham Hotspur Damien Comolli malah memuji Chelsea yang gemar menyekolahkan talenta mudanya ke berbagai klub di belahan Eropa dan dunia.

”Langkah yang dilakukan Chelsea ini menunjukkan mereka punya wajah yang bijak dalam pembinaan pemain muda. Meski ada baik dan buruk, mengembangkan pemain muda seperti yang dilakukan Chelsea harus didukung,” ucap Comolli kepada BBC. (dra/fik)

Laman:

1 2
0 Komentar