Tawarkan Nilai Tambah bagi Pembeli

bandungekspres.co.id, BANDUNG TENGAH – Para pedagang kaki lima (PKL) Jalan Ahmad Yani akan menempati kios-kios yang disiapkan PD Pasar Bermartabat Kota Bandung di depan Pasar Kosambi besok (30/12). Tempat yang diberi nama Galeri Kosambi ini akan menampung 112 pedagang.

PD Pasar Bermartabat Kota Bandung sendiri akan berusaha mempromosikan Galeri Kosambi dengan menjadikan Galeri Seni John Martono sebagai ikon. ”Kita ingin usaha para PKL yang direlokasi bisa lebih baik setelah pindah ke Galeri Kosambi ini. Makannya kita jadikan Galeri Seni John Mart sebagai ikon,” kata Dirut PD Pasar Bermartabat Ervan Maksum di Pasar Kosambi Bandung kemarin (28/12).

Selain itu, kata Ervan, pihaknya ingin mendukung upaya Wali Kota Bandung dalam melakukan relokasi yang memberi solusi pada para PKL. Rencana Ervan, ke depan Galeri Kosambi akan dijadikan lokasi berjualan yang memberikan positioning dan added value pada para pedagangnya serta menjadi ikon Kota Bandung.

”Orang kan tidak hanya beli barang atau jasanya, tapi juga beli suasananya. Dengan tempat berjualan yang nyaman dan ikonik nantinya para pedagang bisa menjual dengan harga yang lebih baik. Dengan keuntungan yang lebih besar kan kehidupan pedagang bisa lebih baik,” tuturnya.

Ervan menambahkan selain dibantu dengan tempat yang representatif, para pedagang juga tidak dipungut uang sewa selama enam bulan agar bisa fokus mengembangkan usahanya. Selain itu PD Pasar Bermartabat juga akan membina para pedagang agar bisa memberikan pelayanan yang lebih baik.

”Semua fasilitas untuk berdagang sudah selesai jadi mereka bisa langsung berjualan lagi. Kasihan mereka sudah lama nggak berjualan. Kalau terlalu lama nggak jualan bagaimana menghidupi anak isterinya,” kata Ervan.

Para calon pedagang di Galeri Kosambi ditetapkan setelah PD Pasar Bermartabat melakukan verifikasi

”Sebelumnya pendaftar mencapai 199, namun setelah di verifikasi ternyata pedagang yang sebenarnya 112 orang. Data kemarin masih simpang siur, biasa kalau orang suka ada yang memanfaatkan situasi,” kata Ervan.

Menurutnya, pada saat dilakukan verifikasi diketahui ada pihak-pihak yang mengklaim lebih dari satu kios yang ditenggarai nantinya akan diperjual belikan. Modus seperti itu sering terjadi oleh karenanya kata Ervan Aparat Kewilayahan dan PD Pasar Bermartabat sudah mengantisipasinya. (rmo/JPG/fik)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan