Edukasi Anti Korupsi Sejak Dini

Edukasi Anti Korupsi Sejak Dini
BUBUN/CIMAHI EKSPRES
CEGAH KORUPSI: Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) saat melakukan edukasi pada masayarakat dalam pencegahan anti korupsi.
0 Komentar

bandungekspres.co.id,  CIMAHI – Perempuan atau ibu masih dianggap figur sentral dalam memberikan pendidikan moral pada anak dan keluarga. Fakta ini memberikan kesempatan untuk menggerakan pencegahan korupsi melalui perempuan, karenanya Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) berkonsentrasi pada edukasi masyarakat dalam pencegahan anti korupsi.

Agen SPAK Cimahi, Diana Handayani mengatakan, SPAK Cimahi sejak awal berkonsentrasi pada edukasi pencegahan anti korupsi yang melibatkan perempuan dengan sasaran anak sekolah di mulai dari PAUD sampai SMA dan umum.  ”Edukasi tentang pemahaman pencegahan anti korupsi ini kami lakukan dengan tujuan agar generasi mendatang bisa lebih baik dari saat ini,” terangnya, Rabu (7/12).

Menurut dia, di Cimahi saat ini sudah ada sembilan orang agen SPAK yang terus melakukan edukasi kepada anak-anak, remaja dan umum. Sebagian kata dia, merupakan bentuk dari sebuah keprihatinan.

Baca Juga:KPK Geledah Sebuah ApartemenPN Diminta Segera Eksekusi Lahan

Survey yang dilakukan KPK pada tahun 2012-2013 di Kota Solo dan Jogjakarta, menyajikan fakta jika  ternyata hanya 4 persen orang tua yang mengajarkan kejujuran pada anak-anaknya, terutma bagaimana kejujuran tersebut dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebut dia, orang tua tidak bisa mengaitkan bahwa menyontek atau menyerobot antrean merupakan bentuk-bentuk perilaku koruptif. Hal ini memberi pemahaman jika korupsi adalah mengambil hak orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Definisi ini bukan hanya memberikan gambaran pada apa yang sering diliput media sebagai tindak pidana korupsi, tetapi juga menyoroti masalah-masalah perilaku-perilaku koruptif.

Dalam waktu dekat ini, sesuai dengan program yang diluncurkan KPK, SPAK akan masuk ke sejumlah sekolah di Cimahi untuk mengenalkan program ‘Jaga Sekolah’. Program ini selain mengajarkan bagaimana upaya pencegahan korupsi, ada fasilitas yang dibangun secara online untuk memberikan ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan pencegahan koripsi di lingkungan sekolah.

”Melalui fasilitas online, masyarakat bisa menyampaukan laporan terhadap aktivitas sekolah yang didalamnya diduga terjadi praktek korupsi,” jelasnya.

Perempuan dengan perannya sebagai ibu, sebagai profesional dengan karakternya yang khas untuk melahirkan, mengembangkan, memelihara dan berbagi serta kebutuhan berkumpul yang besar, membuat perempuan menciptakan kesempatan sosialisasi yang lebih banyak dalam masyarakat.

0 Komentar