bandungekspres.co.id, BANDUNG – Situasi kota Kembang yang belakangan memanas akibat aksi begal yang kejam, membuat Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, mewanti-wanti para pemainnya. Dia cemas dan ingin pemainnya agar tak keluar malam untuk hindari aksi ini.
Aksi begal memang belakangan meresahkan warga Bandung. Hal ini bahkan hingga memakan korban seperti yang terjadi pada mahasiswa ITB beberapa waktu lalu.
Situasi ini membuat Persib dalam kegundahan. Apalagi, pelatih yang karib disapa Djanur itu sering menggunakan motor untuk ke mes tim.
Baca Juga:Subsidi 900 VA untuk 2,89 Juta PelangganProfesi Guru Belum Ideal
”Khawatir juga sih sebetulnya saya safety-safety saja, artinya saya tidak naik motor yang jauh-jauh. Saya juga termasuk yang sangat hati-hati, jadi Alhamdulillah sampai saat ini nggak ada pengalaman buruk selama naik motor dan mudah-mudahan jangan dapat pengalaman jelek,” ungkap Janur dikutip Simamaung.
Djanur menyarankan agar jangan melewati tempat yang sepi dan gelap pada malam hari. Karena, hal itu bisa saja memancing aksi begal.
”Intinya diusahakan jangan keluar pada larut malam, jangan pergi ke daerah-daerah yang gelap dan rawan,” papar dia.
Sang pelatih juga mewanti-wanti pemainnya agar lebih waspada. Hal ini mengingat cukup banyak punggawa Maung Bandung yang kesehariannya menggunakan motor dalam beraktivitas.
”Ya itu pasti, apalagi pemain Persib banyak yang pake motor, itu harus bisa menjaga diri sebaik-baiknya. Jadi harus pintar-pintar juga sama juga harus safety,” tandas dia.
Sementara itu, ada yang unik saat Persib mejamu lawannya. Solat Beres Nonton Jongjon, atau dalam bahasa Indonesia artinya salat selesai, tenang menonton. Itu jadi jargon Yayasan Menuju Insan Madani yang menyiapkan masjid mobile di Stadion Si Jalak Harupat.
Ini sebagai usaha mereka untuk mempermudah bobotoh yang ingin menjalankan salat. Sebab, selama ini tidak sedikit bobotoh kesulitan untuk mendapatkan tempat ibadah, karena keterbatasan tempat di stadion. ”Banyaknya bobotoh yang langsung melaksanakan salat akan cukup sulit, maka kita buat alternatif dan mempermudah yang mau salat,” kata salah satu penggagas kegiatan ini, Adi Awaludin.
Adi mengaku tak kesulitan untuk mendapatkan izin mendirikan tenda masjid dari pihak panpel. Bahkan pihaknya diminta untuk bisa mengikuti laga away Persib.
