Taji Kopi Papandayan, Bawa Garut ke Tingkat Dunia

kopi
FAJRI ACHMAD NF/BANDUNG EKSPRES
MENDUNIA: Kopi asal Garut kini kian dinikmati mancanegara karena memiliki citarasa berbeda
0 Komentar

Itu yang terbaru. Sebelumnya, kata dia, juga pernah dilakukan test cup di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Hasilnya menggembirakan. Dengan citarasanya, Kopi Papandayan kemudian bisa mengirim dua ton green bean kopi ke Amerika di tahun yang sama.

”Green bean membawa identitas Garut. Sebab, tercantum dalam kemasan karung dengan tulisan Garut Java Preanger,” ungkapnya.

Secara rinci, Kabupaten Garut sedikitnya memiliki sekitar 4.000 hektare lahan yang ditanami pohon kopi jenis Arabica, Robusta, dan Exelsa. Namun dari tiga jenis kopi yang ada di Garut tersebut, hanya dua jenis kopi saja yang menjadi fokus para petani penggarap dan pemilik yaitu Arabica dan Robusta, lokasinya pun tersebar di sejumlah kecamatan.

Baca Juga:Pemprov Hitung Bonus PONLupakan Statistik, Djanur Intruksikan Pemain Siap Tempur

Kepala Bidang Bina Produksi Dinas Perkebunan Kabupaten Garut Haeruman mengatakan, kopi jenis Arabica terdapat di 26 kecamatan di Garut. Sedangkan, Robusta berada di 37 kecamatan.

Untuk Arabica, berdasarkan data statistik yang dikeluarkan di 2014, kata dia, dikontibusikan dari 1.438 hektare yang menghasilkan. Sedangkan untuk jenis Robusta, ada 536 hektare lahan yang menghasilkan. Sisanya belum menghasilkan atau mati.

”Untuk Arabica, di Garut ini petani menanam paling rendah di ketinggian 700 MDPL dan tertinggi di ketinggian 1.600 MDPL. Sedangkan Robusta, petani lebih menanam di dataran rendah sesuai dengan varietasnya,” ungkap Haeruman.

Dia menjelaskan, kopi Arabica di Garut terbagi dalam tiga varietas kopi yang ditanam petani. Di antaranya Lini S-795, Sigararutan, dan USDA.

Sedangkan untuk kopi Robusta merupakan varietas lama yang usianya sudah puluhan tahun dan masih ada dan dikembangkan oleh petani hingga saat ini.

“Untuk kopi Garut yang paling disukai tentunya Arabica, khususnya yang berasal dari Papandayan, apalagi yang jenisnya kopi kuning,” urainya.

”Kopi Arabica Garut ini sudah mendunia. Seperti saat mengikuti pameran di Norwegia, mereka yang berkunjung stand Garut sangat menyukai kopi Garut karena cocok di lidah,” tambahnya.

Baca Juga:MU Siap Bidik IscoRonaldo Punya Target Bersama Real

Bahkan, belum lama ini, kata dia, ada tujuh negara yaitu Portugal, Italia, Abu Dhabi, Korea, Tiongkok, Belanda, dan Prancis datang menjajaki lapangan kopi Garut. Selain melihat perkebunan kopi, mereka pun sempat mencicipi kopi Papandayan yang diolah pengusaha di Bayongbong dan melakukan uji citarasa. Hasilnya diakui berkelas.

0 Komentar