Punya Dua Program Penunjang, Smart City Saling Memudahkan Pemantauan

Punya Dua Program Penunjang, Smart City Saling Memudahkan Pemantauan
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES
GROUND BREAKING: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, dan Walikota Bandung Ridwan Kamil menuangkan mortar busa saat dilangsungkannya groundbreaking pembangunan fly over Jalan Jakarta, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Rencannya pembangunan flyover ini akan selesai pada akhir bulan Desember 2016, guna mengurangi titik kemacetan di Kota Bandung.
0 Komentar

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Dua Program smart city Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung berjalan dengan baik. Di antaranya Monitoring Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Pengendalian Proyek. Hal tersebut diungkap oleh Sekretaris Dinas DBMP Kota Bandung Agoes Sjafroedin kepada Bandung Ekspres, Minggu (25/9).

Alhamdulillah untuk Bandung smart city untuk DBMP Kota Bandung, sudah terlaksana baik,” kata Agoes.

Untuk PJU saat ini masih enam titik. Diantaranya Jalan Merdeka, Balai Kota, Taman Sari, Surapati dan Terusan Buah Batu. Diakui olehnya, PJU di Kota Bandung cukup banyak dan enam titik tersebut terbilang masih sangat sedikit.

Baca Juga:Disbudpar Semarakan Hari Jadi Kota Bandung ke 206 TahunMudahkan Pelayanan Lewat Command Center

Ke depan, jumlah titik monitoring PJU akan bertambah seiring telah ditentukannya tempat lainnya untuk dilakukan monitoring PJU. Dia mengungkap, saat ini masih belum menentukan titik penambahan PJU. PJU yang sudah terpantau, kata dia, merupakan jalan-jalan utama yang ramai dengan masyarakat.

Dia mencontohkan, jalan merdeka saat ini sangat ramai dengan masyarakat. ”Jalan Merdeka sering dilalui masyarakat. Bahkan di ketika malam, ada banyak masyarakat yang sering mengincar untuk ber-selfie,” ungkapnya.

Bahkan, diakui olehnya Jalan Merdeka saat ini menjadi ikon Kota Bandung. ”Kita lihat mana yang akan menjadi prioritas mana yang tidak,” katanya.

Sementara untuk program smart city untuk pengendalian proyek yang dilakukan DBMP Kota Bandung, saat ini terkonek langsung kepada Bandung Command Center (BCC) sebagai pusat data. Di BCC, siapa saja bisa memantau. Terutama dari pimpinan kepada staf.

”Anggaran itu dibagi dalam pertahun, dalam hal ini proyek harus bisa terlaksana. Dalam artian, serapan anggaran harus berjalan dengan baik,” jelasnya.

Pengendalian proyek ini, bisa terpantau mana saja yang mandeg atau tidak. Untuk proyek yang mandeg, harus segera diselesaikan. Kalau perlu harus diganti pengembangnya.

Untuk pengendalian proyek, lanjut dia, sebenarnya masyakat bisa mematau. Apalagi sekarang, Walikota Bandung Ridwan Kamil dan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memiliki sosial media yang digunakan untuk mendekatkan kepada masyarakat.

Baca Juga:Kota Bandung Raih 5 Kategori Penghargaan IAA 2016Tata Letak Kota Belum Sempurna, Masalah Parkir dan PKL Harus Jadi Perhatian Khusus

”Masyarakat bisa melaporkan apa yang terjadi dan terpantau di sekitarnya. Bila ada proyek yang tidak terselesaikan di lapangan bisa langsung diberitahukan,” terangnya.

0 Komentar