bank bjb Dorong Transformasi BPD

Sosialisasi Tranformasi BPD
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
SOSIALISASI BPD: Dirut Bank Bjb Ahmad Irfan (kiri) memberikan cinderamata kepada Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK Heru Kristiana yang didampingi Komisaris Utama bank bjb Klemi Subiyantoro (kanan) pada acara Sosialisasi Transformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD), di The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, kemarin (29/8).
0 Komentar

bandungekspres.co.id, Bandung – Bank bjb menggelar sosialisasi Program Transformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh stakeholders di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel Jalan, Gatot Subroto, Kota Bandung, kemarin (29/8). Sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Kementerian Dalam Negeri yang telah ditandatangani bersama di Istana Negara, beberapa waktu lalu.

Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan mengatakan, peluncuran Program Transformasi BPD beberapa waktu lalu merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman, komitmen pengurus dan dukungan dari segenap pemangku kepentingan terhadap peningkatan peran BPD dalam pembangunan daerah.

Menurut dia, Program Transformasi BPD merupakan inisiatif strategis yang tidak hanya meningkatkan kinerja, ketahanan dan daya saing kelompok BPD. Tapi, juga akan berdampak besar bagi pembangunan ekonomi daerah.

Baca Juga:Tak Bisa Mengandalkan APBD, Pembangunan di Jabar Pasti Keteteran375 Warga Mengidap HIV/AIDS

Ahmad Irfan mengatakan, bank bjb merupakan bank yang terlahir sebagai BPD kini telah bertransformasi dalam kancah nasional. ”Kami berkontribusi lebih dari 18 persen terhadap total Aset BPD,” urainya. ”Sosialisasi ini untuk menstimulus BPD yang lain agar ikut naik,” sambungnya.

Pria berkacamata ini mengatakan, jika semua BPD bergabung maka asetnya akan sangat besar. Dari perhitungan kasar, kata dia, ada sekitar Rp 540 triliun.

Bagi dia, bank itu adalah permodalan. Logikanya, jika permodalan itu bergabung, maka hasilnya pun bisa terproyeksikan baik.

Acuan dasarnya, di bank bjb saja,  kata dia, sampai dengan semester 1 tahun 2016, pihaknya telah membukukan kinerja yang cukup membanggakan. Tercatat laba bersih tumbuh signifikan sebesar 56,3 persen secara year on year (y-o- y) atau sebesar Rp 905 miliar.

Rinciannya, kredit yang disalurkan tercatat sebesar Rp 60,1 triliun atau tumbuh sebesar 15,2 persen y-o- y dengan kualitas kredit yang membaik atau Rasio Kredit Bermasalah (NPL) berhasil ditekan menjadi sebesar 2,0 persen atau turun dibandingkan Juni 2015 lalu yang mencapai 3,6 persen.

Dari acuan itu, kata dia lagi, bank bjb menjadi BPD terbesar dengan jaringan yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Dan menjadikan bank bjb sebagai 15 bank nasional terbesar di Indonesia.

0 Komentar