Avip Priatna, Musisi Klasik yang Mencetak Banyak Prestasi di Eropa

Semasa di Austria, Avip juga sempat bergabung dengan berbagai paduan suara top. Salah satunya menjadi asisten konduktor untuk Wiener Jeunesse Choir. Dia juga tetap menjalin hubungan dengan kelompok paduan suara almamaternya, Parahyangan University Choir dan BMS. BMS merupakan kelompok paduan suara yang beranggota alumni paduan suara Unpar yang tinggal di Jakarta.

Bersama Parahyangan University Choir dan BMS, Avip menyabet penghargaan di berbagai kompetisi paduan suara internasional. Beberapa di antaranya lomba paduan suara di Arnhem, Belanda (1995); Arezzo, Italia (1997); Linz, Austria (2000); dan International Choir Chamber di Marktoberdorf, Jerman (2003). Mereka juga sering tampil di sejumlah pergelaran musik klasik di Eropa.

Sepulang dari Wina, Avip mulai merambah dunia pendidikan musik klasik. Itulah cita-cita yang sudah lama dia impikan. Maka, dia pun kemudian mendirikan sekolah musik untuk remaja dan anak-anak The Resonanz Music Studio & Entertainment pada 2013. Lembaga pendidikan musik tersebut berpusat di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru.

Kantor sekaligus sekolahnya tersebut sangat besar. Banyak kelas di dalamnya. Ada kelas vokal, kelas musik, dan tidak ketinggalan sebuah ruang pertunjukan lengkap dengan panggungnya.

Sudah mencetak banyak prestasi, Avip merasa belum cukup. Dia masih memiliki mimpi yang lain. Pria yang pernah menjadi konduktor terbaik dalam ajang The 34th International May Choir Competition Prof Georgi Dimitrov di Varna, Bulgaria, Mei 2012, itu ingin menjadi pemenang dalam kompetisi musik klasik tahunan paling bergengsi di Eropa. ”Saya ingin menjadi pemenang di European Grand Prix for Choral Singing. Kalau memungkinkan, tahun ini saya ikut,” tegas dia. (*/c9/ari)

Tinggalkan Balasan