Sebuah Kertas Tipis ’’Disulap” Menjadi Karya Seni

karya seni
Hendrik Kaparyadi/Bandung Ekspres
 PUKAU PECINTA SENI: Laurent Lafolie, 53, seniman foto asal Perancis saat menunjukkan hasil karyanya, Jumat (10/6).
0 Komentar

Karya seni sebuah lukisan sudah banyak ditemui di berbagai negara. Namun, karya seni yang satu ini cukup memukau para pecinta seni fotografer khususnya. Dialah Laurent Lafolie (53) seniman foto asal Negera Perancis yang telah memamerkan hasil karyanya keberbagai negara, salah satunya menggelar pemeran di Indonesia di Lawang Wangi Creatif Space di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat dari mulai Jumat (10/6) sampai Selasa (28/6).

Laporan Hendrik Kaparyadi, Lembang

Karya-karya seni fotonya yang diberi judul Phanesthai (sesuatu yang muncul-red) ini,  kebanyakan dicetak dalam sebuah kertas yang sangat tipis atau washi. Hal itu, menurut Laurent untuk mewakili tema yang disuguhkannya, yakni bercerita tentang kehilangan, kerapuhan, waktu dan ingatan. ’’Sengaja saya memakai kertas tipis agar sensibilitas tentang tema kerapuhan itu sendiri bisa terwakili,” kata dia, kemarin.

Laurent yang hadir sebagai seniman foto ini, menempatkan kegiatan fotografi tidak dalam konsep seorang fotografer pada umumnya. Namun baginya, hasil kegiatan fotografi tersebut dijadikannya sebagai sarana untuk berkesenian. Karya-karya Laurent lainnya yang dipamerkan selain menggunakan media washi, di antaranya foto yang diambil dari tahun 1959.

Baca Juga:Kekalahan Perdana Menyakitkan bagi PersibWales vs Slowakia, Kampanye Awal The Dragons

Dalam karya ini Laurent menempelkan sebanyak 120 foto wajah disebuah dinding pameran dengan menggunakan kertas karton tebal. Foto itu diambil dari perpustakaan yang berada diantara perbatasan Perancis dan Belgia. Dalam karyanya, Laurent menampilkan dua sisi foto memanjang yang diawali warna hitam ke putih atau sebaliknya sebagai simbol awal mula kematian dan kehidupan ataupun sebaliknya.

Laurent menjelaskan, tema kehilangan yang direpresentasikan dalam sejumlah foto wajah dalam karyanya kali ini tidak lain untuk menggambarkan betapa saat ini gambar-gambar dari sebuah tayangan iklan, majalah, televisi, dan lainnya telah mengambil terlalu banyak posisi ingatan dalam diri manusia. ’’Ketika kita melihat sebuah iklan, gambar-gambar yang ditampilkannya terlalu banyak yang mengambil space ingatan dalam diri kita. Jadi kita tidak ada lagi ruang untuk melihat iklan itu sendiri, saya ingin mengepresikan diri agar kita tidak diekploitasi tapi kita juga mengekploitasi sendiri,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Lawangwangi Creative Space DR. Andonowati menjelaskan, karya-karya Laurent Lafolie sangat menarik. Dengan menggunakan media kertas/washi karya fotografi berubah menjadi sebuah instalasi seni. ’’Karya Laurent ini fotografi tapi untuk mengekpresikan berkeseniannya,’’ ujarnya.

0 Komentar