bandungekspres.co.id – Musim hujan diprediksi akan menurun mulai Maret 2016. Meski demikian, warga masyarakat Kabupaten Bandung diwaspadai angin kencang atau angin puting beliung yang biasa terjadi pada masa pergantian musim atau pancaroba.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Tata Irawan Sobandi mengatakan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, Kabupaten Bandung belum memasuki musim pancaroba. Tapi, angin kencang terjadi pada sore hari di beberapa wilayah.
”Sabtu (26/3) contohnya, angin kencang, bukan angin puting beliung, terjadi di Kecamatan Katapang. Di Kampung Muara Ciwidey, Desa Cilampeni, meskipun tidak ada korban jiwa tetapi beberapa rumah atapnya rusak,” kata Tata di kantornya, kemarin (28/3).
Baca Juga:Ratusan Anak Ikut Teraphy HealingPersiapan Tuan Rumah PON Terus Dikejar
Tata menjelaskan, daerah yang sering dilanda angin kencang dan puting beliung di antaranya Kecamatan Rancaekek, Cicalengka, Nagreg, Ciparay, Katapang, Soreang, Baleendah, dan Dayeuhkolot. Angin kencang yang disertai petir dan hujan deras pun kerap turun, sejak beberapa hari lalu. Angin kencang dan puting beliung, biasanya terjadi akibat perbedaan tekanan yang tinggi antara dataran rendah dengan kawasan pegunungan dan perbukitan.
”Angin kencang memang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya, seperti bencana lainnya. Tetapi, pihak BMKG memperkirakan hujan akan turun dengan intensitas normal sampai akhir Maret dan awal April 2016,” jelasnya.
Tata pun mengimbau warga untuk selalu mewaspadai angin kencang dan angin puting beliung yang dapat menyebabkan risiko bencana, baik saat berkendara di jalan, ataupun beraktivitas di dalam ruangan. Biasanya, angin kencang ini menyebabkan atap bangunan rusak dan pohon tumbang.
”Bila terjadi bencana cepat koordinasikan dengan pihak pemerintah, supaya pihak BPBD akan dengan cepat ke lokasi bencana. Tentunya akan sangat dibantu dengan penyampaian informasi yang cepat,” pungkasnya. (yul/rie)
