Akan Menjadi Maha Karya I Nyoman Nuarta

inyoman
BERDISKUSI: Seniman INyoman Nuarta saat berbincang-bincang dengan Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T. Soemitra belum lama ini.
0 Komentar

”Apalagi, Walini letaknya sangat strategis. Masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, serta Karawang sangat mudah menjangkau Walini. Demikian pula masyarakat Jawa Barat bagian utara yang berada di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan dapat menjangkau Walini dengan mudah melalui Cipali,” kata Nuarta.

Tokoh yang menjadi pelopor Gerakan Seni Rupa Baru pada 1976 ini juga menyebutkan, masyarakat Jawa Barat bagian Timur seperti Pangandaran, Banjar, Tasikmalaya juga relatif mudah menjangkau Walini, melalui kereta api konvensional maupun menggunakan jalan raya jalur lama. Apalagi kalau Bandung-Banjar dibangun jalan tol, sehingga menjangkau Walini relatif lebih mudah.

Hanya saja, jalur Jabar Selatan memang relatif sulit menjangkau Walini. Namun ke depan, semua daerah harus mendapatkan akses yang baik agar mudah menjangkau ibu kota provinsi.

Baca Juga:Pemkab Sumedang dan 3 Pabrik Besar DigugatTertibkan Trayek Bodong

”Penduduk DKI Jakarta yang berjumlah sekitar 12 juta orang ditambah penduduk Jawa Barat yang berjumlah sekitar 46 juta pasti sangat antusias mengunjungi Walini jika kawasan ini dibangun menjadi kawasan wisata yang spektakuler tapi tetap berbasis pada nilai Indonesia,” ujar Nuarta.

Jika masyarakat DKI Jakarta dan Jawa Barat antusias mengunjungi Walini, dengan sendirinya masyarakat Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur akan sangat berminat mengunjungi Bandung Barat dan sekitarnya, kata Nuarta. Bahkan, masyarakat pada umumnya akan berbondong-bondong mengunjungi Walini melalui berbagai jalur.

Kalau sukses di dalam negeri, dengan mudah masyarakat ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, bahkan masyarakat dunia akan mengunjungi Walini sebagai destinasi wisata yang menarik.

Nuarta yang menjadi Pendiri Yayasan Mandala Garuda Wisnu Kencana juga mengungkapkan, membangun Walini sebagai kota baru dan objek wisata dilakukan secara bertahap. Dimulai dari membangun ikon Asia-Afrika berupa patung Ir. Soekarno, Walini akan terus dikembangkan sebagai destinasi yang indah dan modern, tanpa harus kehilangan nilai lokal sebagai hutan.

”Jika Garuda Wisnu Kencana mampu menampung parkir sampai 200 kendaraan, kita ingin membangun kawasan Walini mampu menampus lebih dari 500 bus,” ujar Nuarta.

Pengembang Proyek Mandala Garuda Wisnu Kencana di Bali ini menggambarkan, modernitas yang dikembangkan Walini sebagai kawasan yang mirip dengan Hitachi Seaside Park yang berada di Prefektur Ibaraki Jepang. Selain belajar dari Jepang, Kabupaten Bandung Barat juga bisa bekerja sama dengan Westland Belanda untuk mengembangkan agriculture. Cara seperti ini selain menguntungkan bagi Bandung Barat juga dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat.

0 Komentar