Sayangnya saat dihampiri, Bunga Bangkai itu belum mengeluarkan aroma bau tak sedap. Sebab, saat itu bunga bangkai itu tak sedang mekar. Diprediksi baru pada hari Minggu (7/2) mendatang, bunga asal Sumatera itu bisa mekar. ”Kalau sedang mekar bunganya mengeluarkan bau khas dari Bunga Bangkai. Tapi kali ini sedang tidak mekar, kemungkinan Minggu,” kata Afifah juru bicara Rumah Perubahan, Selasa (2/2).
Menurut dia, tanaman ini sangat langka karena hanya mekar tiap 10 tahun sekali. Dalam perawatannya pun sangat khusus dan hanya dilakukan oleh tim ahli konservasi di sana. ”Bunga ini bukan seperti Bunga Bangkai lainnya seperti Amorphopalus gigas, Amorphopalus variabilis, Amorphopalus muelleri. Keunikan bunga ini adalah hanya mekar tiap 10 tahun sekali,” kata Afifa.
Afifa menjelaskan, merawat tanaman ini harus penuh dengan kasih sayang dan kesabaran. Sebelum berbentuk menyerupai bunga, tanaman ini biasanya berbentuk pohon setinggi 50 centimeter sampai 100 centimeter terlebih dahulu. Namun dalam fase ini, biasanya hanya bertahan selama 2 sampai 3 tahun dan kemudian mati.
Baca Juga:Ibukota Mulai Terendam BanjirTeliti Kemungkinan Satu Nyamuk Bawa Zika dan DB
Beberapa bulan kemudian, pohon ini tumbuh kembali seperti sebelumnya dan bertahan selama 2 sampai 3 tahun lagi. ”Dan begitu seterusnya sampai 3 sampai 4 kali. Pas pohon itu mati yang terakhir, berikutnya akan tumbuh dalam bentuk seperti bunga ini. Bunga ini akan mekar dalam waktu 7 sampai 10 hari lagi,” tandasnya. (jpnn/fik)
