[tie_list type=”minus”]Setara 20 Persen dari Modal Disetor Bank Artos [/tie_list]
bandungekspres.co.id – PT Bank Artos Indonesia Tbk (Bank Artos) menyelenggarakan Due Diligence Meeting & Public Expose dalam rangkaian proses Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) di Grand Ballroom Hotel Mercure Bandung Setiabudi PADA 18 Desenber lalu. Acara ini dilaksanakan setelah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Awal (bookbuilding) dan pengumumuman Prospektus Ringkas di surat kabar.
Latar belakang IPO didasari oleh keinginan dari pemegang saham pendiri dan manajemen Bank Artos untuk memperluas akes pendanaan melalui pasar modal yang akan menunjang pertumbuhan usaha ke depan, serta peningkatan layanan bank terutama dalam bidang teknologi sistem informasi. ”Di samping itu, dengan menjadi perusahaan publik, manajemen meyakini bahwa kepercayaan dari relasi dan nasabah akan semakin meningkat seiring dengan tuntutan aspek keterbukaan dan pengawasan yang semakin tinggi,” jelas Lina Arto Hardy selaku Direktur dan Perwakilan Pemegang Saham Bank Artos.
Baca Juga:Semen Padang dan Mitra Kukar Lolos ke SemifinalArema Lolos ke Semifinal
Pada Penawaran Umum Perdana Saham ini Bank Artos menawarkan sebanyak-banyaknya 241.250.000 saham baru atau 20 persen dari modal disetor bank setelah penawaran umum, dengan nilai nominal per saham sebesar Rp 100.
Dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk pengembangan Teknologi Sistem Informasi (TSI) dan penyaluran kredit. Per Juni 2015, Bank Artos mencatatkan total aset sebesar Rp 730,2 miliar, penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp 562,5 miliar, penyaluran kredit sebesar Rp 488,8 miliar dan membukukan laba bersih sebesar Rp 552 juta. Rasio-rasio keuangan bank juga terjaga baik pada tingkat yang sehat dengan CAR 18,31 persen, NIM 5,50 persen, LDR 87,60 persen dan NPL 2,92 persen. “Setelah dilakukannya IPO dalam kurun waktu tiga tahun kedepan kami mentargetkan pertumbuhan total aset, dana pihak ketiga dan penyaluran kredit rata-rata sebesar 20 persen setiap tahunnya,” urai Reinantha Yaputra, Direktur Utama Bank Artos.
”Di tahun 2018 kami menargetkan untuk mencapai total aset sebesar Rp 1,1 triliun, dana pihak ketiga sebesar Rp 825, 9 miliar dan penyaluran kredit sebesar Rp 826,6 miliar dengan target perolehan laba bersih sebesar Rp 10,8 miliar,” tambahnya. (rls/rie/fik)
