Sementara itu, menurut keterangan Mabes TNI AU, sebelum jatuh, pesawat yang berasal dari Skuadron 15 Lanud Iswahjudi Madiun itu sempat memperlihatkan manuver yang memukau yang ribuan pengunjung Gebyar Dirgantara. Namun pada pukul 09.53, pesawat buatan Korean Aero Industries (KAI) itu jatuh beberapa saat setelah melakukan Manuver low pass.
”Akibat kejadian itu, dua penerbang terbaik TNI AU gugur,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto saat memberi keterangan pers di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta kemarin (20/12).
Sebelum peristiwa itu terjadi, lanjut Dwi, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda adanya kerusakan pada mesin pesawat. Bahkan dua hari jelang pertunjukkan, semua pesawat dan penerbang sudah mempersiapkan diri dengan baik di Jogja. ”Hari Sabtu sudah melakukan atraksi dan sukses,”
Baca Juga:Mudik Nyetir Sendiri, Doyan Soto AyamBandung Jadi Target Bom
Untuk itu, kemarin, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna langsung membuat tim panitia penyelidik kecelakaan pesawat terbang (PPKPT) yang dipimpin wakil KSAU untuk mencari penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Sebab, pesawat tersebut tergolong baru, karena baru didatangkan pada 2013 lalu. Sehingga potensi adanya kerusakan mesin relatif kecil.
Dalam investigasi, tim dari TNI AU akan mengundang produsen, yakni Korean Aero Industries. Dwi menjelaskan, setidaknya ada lima hal yang akan diteliti untuk mencari penyebab kecelakaan. Yakni manusia, mesin, media, misi dan manajemen. ”Mungkin hasilnya bisa berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun,” ujarnya saat ditanya waktu investigasi yang dibutuhkan.
Disinggung soal kemampuan kedua pilot, Dwi memastikan jika keduanya memiliki kemampuan yang memumpuni. Kapten Dwi Cahyadi, alumnus AAU 2005 itu merupakan salah satu penerbang andalan Skuadron 15. Sementara Letkol Marda Sarjono merupakan lulusan terbaik AAU 2007 yang saat ini menjabat sebagai Komandan Skuadron 15 Lanud Iswahjudi. ”Diberi tanggung jawab sebagai komandan skuadron, tentu dia orang pilihan,” terangnya.
Langkah yang sudah diambil, tim investigasi sudah dikirim ke Jogja. Tim investogasi diketuai langsung oleh wakil KSAU. Untuk mencari dan menentukan penyebab ini terjadi. Sisi keluarga, pengurus PIA sudah melangkah ke jogja dirumah duka. Jogja dan madiun. KSAU sore akan berangkat ke Jogja.
