JAM, Teknologi Antisadap Karya Anak Bangsa

JAM
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
PRODUK LOKAL: Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu meninjau produksi jaringan telekomunikasi khusus, Jaringan Aman Mandiri (JAM).
0 Komentar

”Dan kami pastikan sistem komunikasi ini antivirus serta antisadap. Sebab, sudah dilindungi oleh enkripsi dari kedua belah pihak (PT Hariff dan TNI atau institusi lain yang menggunakan teknologi itu),”’ papar pria memimpin pemberian ide serta pembuatan mobile BTS yang digunakan oleh salah satu provider seluler Indonesia itu.

Bagi dia, pemanfaatan JAM akan memungkinkan adanya jaminan sistem kerahasiaan informasi negara. Di samping itu, JAM juga berdampak positif pada aspek politik, keamanan, sosial dan ekonomi. ”JAM memberikan persepsi baru untuk jalur komunikasi operasi TNI. Sebab, bisa dikombinasikan dengan backbone satelit sehingga lebih efisien. Khususnya untuk pengawasan dan patroli pulau terluar,” ujar pencetus dan pelaksana kios telepon bersama Telkom era 1990-an.

Disinggung mengenai kemungkinan kepentingan komersil, Budi mengatakan, JAM tidak tertutup kemungkinan bisa dipasarkan untuk komunikasi antar lembaga negara dari pusat hingga ke daerah (kabupaten). Demikian haknya jalur komunikasi khusus untuk PPDR (public protection disaster relief) di tiap kabupaten hingga keamanan data dalam e-voting. ”Termasuk keamanan data dan nasabah di perbankan,” kata Budi yang diamini oleh Akhmad Sariwijaya, Direktur Utama PT Starcom Solusindo, afiliasi PT Hariff.

Baca Juga:Raline Shah Panjang yang NaturalPos Indonesia Dukung Anugerah Jurnalis Foto

Untuk diketahui, PT Hariff memiliki jejak panjang bersama pertahanan nasional. Salah satunya ketika dipercaya membuat sistem ground communication satellite dan mobil Satcom. Perusahaan yang didirikan enam jebolan Institut Teknologi Bandung tersebut juga menjadi perancang dan pabrikasi pengacak audio antisadap pada radio HT untuk keperluan operasi militer TNI. Termasuk, jamming atas radio broadcast untuk mencegah intimidasi dan provokasi saat perang.

Sementara itu, dari sisi komersil, PT Harrif juga menjadi penyedia produk power system yang terinstal di 57.000 sistem di site BTS operasional seluler Indonesia. (rie/a1)

0 Komentar