Pelelangan Harus Tepat Waktu

Aksi
BUBUN MUNAWAR/BANDUNG EKSPRES
SIMBOLIS: Ketua DPD Aksi Kota Cimahi Ahmad Rodiabinson memberikan potongan nasi tumpeng, kepada Ketua DPD Aksi KBB Agung Gumelar usai Musda DPD Aksi Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, kemarin (30/11).
0 Komentar

bandungekspres.co.id – Maraknya pengerjaan sejumlah proyek infrastriktur yang biasanya dilakukan pada akhir tahun mengundang sorotan para pengusaha konstruksi, khususnya yang tergabung dalam Asosiasi Kontraktor Konstruksi Seluruh Indonesia (AKSI). Hal itu mengemuka, saat Musyawarah Daerah (Musda) Aksi Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Bumi Arena, Jalan Encep Kartawirya, Cimahi Utara, kemarin (30/11).

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Aksi Jawa Barat, Nully Rachmat, para kontraktor di Aksi berharap pemerintah baik pusat maupun daerah bisa tepat waktu dalam melakukan pelelangan proyek yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

”Semestinya, pelaksanaan lelang proyek itu dilaksanakan pada awal tahun. Sehingga tidak menumpuk di ujung tahun anggaran, supaya pada akhir tahun penyerapan anggaran bisa lebih optimal, ini yang menjadi kelemahan dari pemerintah,” katanya, usai pelaksanaan Musda dan peresmian kantor Aksi Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat kemarin.

Baca Juga:Warga Ingin ASN Bersih dan AkuntabelDesember Peletakan Batu Pertama Skybridge

Dia menjelaskan, mulai tahun ini pemerintah akan melakukan akreditasi atas kelembagaan pengusaha kontraktor di Indonesia. Makanya DPP Aksi Jabar sedang melakukan konsolidasi untuk persiapan akreditasi yang bakal dilakukan.

”Kami saat ini sedang melakukan konsolidasi untuk memenuhi persyaratan akreditasi tersebut, alhamdulillah dengan Musda Aksi Kota Cimah dan KBB ini sudah ada 24 DPD Aksi di Kabupaten Kota se-Jabar. Sebab, prasyarat minimal adalah 50 persen plus satu ada DPD Aksi di sebuah provinsi,” paparnya.

Sementara itu, Ketua terpilih DPD Aksi Kota Cimahi Ahmad Rodiabinson mengatakan, terpilih menjadi ketua memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan kepada para anggota. Khususnya menjelang penciutan jumlah asosiasi yang ada dari 130 menjadi sekitar 30 saja.

”Selain melakukan pembinaan kepada anggota, kami ingin supaya anggota aksi tertib administrasi dan tertib juga dalam melaksanakan pekerjaan yang dilakukannya. Sehingga tidak menjadi temuan dikemudian hari, “ jelasnya.

0 Komentar