Menjaga SDA Dorong Kelestarian Lingkungan

bandungekspres.co.id – Kota Bandung diprediksi menjadi salah satu kota yang rawan menghadapi masalah penyediaan air. Menyikapi hal itu, pemerintah dinilai perlu mengambil kewenangan dari masyarakat sebelum diberikan kepada swasta dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA).

”Kendati demikian, masing-masing sektor masih memiliki pandangan berbeda tentang istilah dan pemanfaatan SDA,” kata Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung Hendarwan usai membahas pemanfaatan SDA di kewilayahan bersama BPLH Kota Bandung, Bagian Pembangunan dan Sumber Daya Alam (BPSDA) bersama pakar serta unsur perguruan tinggi kemarin (29/10).

Dia menjelaskan, intinya SDA yang ada di Bandung hendaknya dimanfaatkan dengan baik. Jika tidak digunakan dengan memperhatikan jangka panjang akan terjadi penurunan kualitas. ”Pemanfaatan yang semena-mena akan mengakibatkan habisnya SDA di Kota Bandung,” ungkap Herdarwan.

Yang terjadi saat ini, kata dia, terjadi penurunan SDA akibat kurang perhatian dan kesadaran masyarakat perkotaan. Acuannya, hanya mementingkan mencari keuntungan tanpa memikirkan dampak dan upaya pelestarian lingkungan.

Untuk itu, lanjut Camat Buah Batu ini, pemanfaatan SDA harus melalui pelestarian yang berusaha menjunjung tinggi keseimbangan alam.

Adanya masalah krisis air akibat kemarau panjang yang melanda Kota Bandung, kata dia, dapat dijadikan contoh nyata soal pemaksimalan SDA. Maka masyarakat diharapkan bisa sadar akan pentingnya pelestarian lingkungan. ”Alam tidak dijaga dengan baik bukan tidak mungkin kita tidak dapat menikmati dan merasakan manfaat dari SDA,” tuturnya.

Meskipun rakor tersebut sifatnya baru inventarisasi SDA yang ada di Kota Bandung, kata dia, ke depan (Paguyuban Camat), sepakat memaksimalkan potensi SDA agar dapat mendorong pembangunan berkelanjutan. ”Demikian Akan halnya dengan Bandung timur yang memiliki sumber mata air. Diharapkan, hasil kajian pakar dan BPLH, akan memenuhi kebutuhan air bersih warga Bandung,” pungkas Hendarwan. (edy/rie)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan