Seperti Keluarga, Selalu Terharu saat Berpisah

PERBATASAN INDONESIA MALAYSIA
FORRY/JAWAPOS
TERKENAL AKUR: Poskotis Gabma Entikong di perbatasan. Para prajurit dikedua negara kerap melakukan aktivitas bersama.
0 Komentar

Selain lebih beratnya tugas, tantangan lainnya adalah masalah psikis. Misalnya yang dialami Sertu Marwan. Pria 27 tahun asal Rembang, Jawa Tengah, itu mengandalkan telepon untuk mengobati kangen dengan keluarga.

Meski didukung penuh orang tua, Marwan tidak menampik, ada saat dirinya ingin dekat dengan keluarga. Namun, jiwa prajuritnya yang tinggilah yang mengalahkan perasaan tersebut.

Sebab, dia menyadari, prajurit harus siap ditempatkan di mana pun. Tak terkecuali di garis perbatasan negara. ”Teman-teman di sini menyenangkan, termasuk yang dari Malaysia. Itu sangat membantu,” katanya.

Baca Juga:Fans Kecewa Madrid Terlalu DefensifAndien Aisyah Sirna Penat karena Kucing

Di tengah berbagai keterbatasan akses di Entikong, prajurit diberi tunjangan perbatasan. Lain tugas, tentu lain imbalannya. Sayang, Marwan enggan memberikan bocoran jumlah rupiah yang diterima. ”Ya, cukuplah,” terangnya, lantas menyunggingkan senyum. (*/c10/ttg/rie)

0 Komentar