Jaga Agar Tetap Boring

Namun, striker 27 tahun itu berusaha tidak mempedulikan dengan berbagai rekor tersebut. ”Masih terlalu dini untuk memikirkan hal itu,” ujarnya dalam situs resmi Bundesliga. ”Yang paling penting adalah kami bisa meraup tiga poin. Aku yakin bisa membantu tim dengan golku. Namun, tetap, kami menang sebagai tim,” paparnya.

Begitupun dengan euforia ketika mereka bisa mempertahankan kemenangan di delapan laga awal musim ini. Direktur Olahraga FC Hollywood, sebutan lain Bayern, Matthias Sammer memperingatkan seluruh penggawa bayern agar tidak terlalu terlena dengan pencapaian ini.

Dirinya pun menggunakan perumpamaan tentang pelari maraton agar mereka bisa lebih berhati-hati dalam menyikapi sesuatu. ”Ada sebuah video menakjubkan tentang pelari maraton yang selalu berselebrasi sebelum mereka mencapai garis finis,” tuturnya seperti dilansir ESPN. ”Anda bisa membayangkan bagaimana akhirnya,” imbuhnya.

Direktur yang justru dikenal sebagai legenda Dortmund periode 1993-1999 itu menegaskan bahwa mereka tidak akan melepaskan seinci maupun sedetikpun peluang dalam menggamit Piring Salad. ”Itulah yang terpenting di liga, yang lain bisa menunggu,” paparnya seperti dilansir Bild.

Terlepas, satu gol yang dicetak oleh Pierre-Emerick Aubameyang di menit 36 membuatnya sejajar dengan mantan pemain Jerman yang kini menjadi Direktur Olahraga Schalke 04 Klaus Allofs yang melakukannya pada 1984 silam saat membela Olympique Marseille.

Namun, prestasi individu tersebut nampaknya tidak membuat skuad berjuluk Die Borussen itu puas. Sebab, anak asuh Thomas Tuchel itu harus melepaskan rekor tak pernah kalah mereka dalam 11 laga terakhir dengan cara yang menyakitkan.

”Kami harus menerima bahwa kami tidak cukup bagus. Selamat buat Bayern,” ujar Tuchel seperti dilansir ESPN. ”Pada awalnya kami bisa tampil penuh semangat. Namun, gol dari umpan lambung (gol pertama Mueller) itu adalah yang paling pahit yang bisa Anda terima,” paparnya seperti dilansir Sky Deutschland. (apu/asp)

Tinggalkan Balasan