CIAMIS – Dianggap meresahkan, puluhan warga Kampung Pataruman, Desa Budiasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis memburu babi hutan Sabtu (19/9). Warga Kampung Pataruman Agus Nana, 41, mengaku perburuan dilakukan karena babi hutan tersebut sering masuk perkampungan warga dan merusak tanaman. Akhirnya, setelah diburu dari Kampung Cijaha, Desa Gunung Cupu hingga Kampung Pataruman di Desa Budiasi babi pun ditangkap. ”Babi tersebut kami ketahui tertangkap oleh jebakan kakinya,” paparnya.
Edi Komarudin, tokoh masyarakat mengaku babi hutan sampai ke pemukiman dan merusak tanaman masyarakat diduga karena kemarau yang melanda daerah tersebut. ”Makanya jadi turun gunung hingga meresahkan dan merusak tanaman,” kata dia.
Dirinya pun menduga babi hutan tidak hanya satu. ”Bisa saja ada babi yang lainya. Makanya kami himbau warga waspada, tingkatkan ronda malam,” ujarnya.
Baca Juga:Danpusdikkav Perintahkan Prajurit Laksanakan BinterTembok Sekolah Timpa Makam
Sementara itu, Peneliti satwa liar, Lingkar Institut, Iswadi, mengingatkan agar warga menghindari pulang dari ladang saat malam hari, dan tidak memasang jerat satwa mangsa dan predator. ”Kalau predator kena jerat mereka akan marah dan biasanya harimau akan masuk ke kampung ini lebih membahayakan,” ujar Iswadi.
Kemarau telah berlangsung sekitar empat bulan di Bengkulu, kondisi ini telah menyulitkan warga untuk bertani dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. (isr/fik)
