Wereng Hantam Ratusan Hekrate Sawah

Wereng Hantam Ratusan Hekrate Sawah
Padi Hibrida Terancam Gagal Panen
0 Komentar

Sementara itu, para petani yang berdomisili di wilayah Kecamatan Soreang mengaku kaget, ketika ada jenis hama baru yakni wereng batang cokelat mulai merusak lahan sawah para petani, yang mengakibatkan gagal panen dan kerugian bagi mereka. Ketua Kelompok Tani Bakti Kecamatan Soreang Ood Madya,78, warga kampung Babakan Gombong, RT 03 RW 13, Desa Sukajadi, Kecamatan Soreang mengatakan, hama jenis ini merupakan jenis baru yang menyerang padi milik petani. ’’Dengan adanya jenis hama baru ini, berarti musuh petani menjadi bertambah, karena biasanya yang menjadi hama petani adalah tikus,’’ kata Ood.

Menurut Ood yang sudah 50 tahun menjadi petani, hama yang dikhawatirkan selama ini oleh para petani adalah tikus, karena hama tikus selain merusak, juga suka memakan padi. Selain itu kata dia, yang mengakibatkan gagal panen selain hama, yakni kekeringan. Di wilayahnya hampir 25 hektare lahan sawah dalam musim kemarau ini banyak yang mengalami gagal panen.

’’Akibat kondisi tersebut, puluhan lahan sawah mengalami kekeringan dan hal tersebut membuat para petani mengalami kerugian, mencapai puluhan juta bahkan sampai ratusan juta rupiah,’’ jelasnya.

Baca Juga:Tangkap Satu Pelaku Tusuk Gigi ATMFormasi Guru Tetap Dibuka

Ood menyampaikan, lahan yang dimilikinya sebanyak 100 tumbak dan materi yang harus dikeluarkan untuk lahan sawah seluas tersebut, diperlukan biaya sebanyak Rp 700 ribu. ’’Jika dikalikan dengan puluhan hektare milik petani lainnya,maka kerugian yang dialami sangat besar. Tahun ini, merupakan tahun derita bagi petani,’’ ucapnya.

Biasanya, lahannya menghasilkan padi antara 6–10 kwintal. Namun, yang terjadi saat ini lahannya hanya menghasilkan padi sebanyak 10 Kg. ’’Jelas hasil panen musim ini turun drastis. Jangankan keuntungan, modal pun tidak kembali,’’ ucapnya.

Hal senada disampaikan petani lain Tomo, 50. Kondisi saat ini sangat berat bagi petani. Selain hama, yang menjadi kendala bagi petani adalah air. Sebab, di wilayahnya sering terjadi kekeringan. ’’Guna mengantisipasi hal tersebut, harus dibangun bendungan, karena kan lahan sawah dengan sungai jaraknya cukup jauh,’’ ucapnya.

Pihaknya berharap, pemerintah bisa membangun bendungan yang diinginkan petani. ’’Mudah-mudahan apa yang diinginkannya direspons baik pemerintah,’’ harapnya. (mg15/hen)

0 Komentar