90 Hektare Irigasi KBB Terancam Kering

bandungekspres
0 Komentar

12 Kecamatan Diduga Rawan Kekeringan

Di Kabupaten Bandung, musim kemarau menimbulkan kekeringan di sejumlah kecamatan. Kondisi ini membuat gelisah petani dan warga. Pasalnya, gangguan itu bukan hanya menimpa pada pengairan pertanian, tapi juga air bersih penduduk.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung H. Tata Irawan menyebut, 12 kecamatan yang diduga rawan kekeringan, setelah mendapat laporan warga. Meski, belum sampai menghadapi zona kritis. ’’Tetapi kami sigap menerima pengaduan dari warga untuk segera ditindaklanjuti,’’ kata dia kepada Soreang Ekspres (Group Bandung Ekspres) Rabu (22/7).

Tata mengaku, telah mendapat informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), saat ini sudah memasuki musim kemarau panjang akan berdampak pada kekeringan. Karena itu, warga diimbau menghemat gunakan air. Selain itu, berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Pertanian, agar segera mengambil langkah pencegahan.

Baca Juga:Temukan Dua Oknum Diduga Pembakar Pasar Induk Gedebage3.579.477 Kendaraan Lintasi Cimahi

Selanjutnya, kata dia, apabila ada warga yang mengajukan permohonan bantuan, contoh butuh alat sedot air (pompa) atau kebutuhan alat lain, akan segera dikirim sesuai kebutuhan.

Pihaknya pun telah siap mengirimkan bantuan air bersih apabila ada warga yang butuh mendesak. Meski sebenarnya, BPBD Kabupaten Bandung baru memiliki satu tanki air, tapi tidak akan lepas tanggung jawab. Sebab, masih banyak solusi lain karena bisa dikoordinasikan dengan instansi terkait, seperti PDAM.

Berdasarkan pantauan Bandung Ekspres, dari 31 kecamatan memang hampir semua kecamatan, menemukan lahan sawah mengalami kekeringan hingga kondisi tanahnya belah berjarak 1 sampai 3 sentimeter. Contoh di Kecamatan Solokanjeruk, Paseh, Cikancung, Rancaekek, juga Cileunyi. Ratusan hektar sawah kekeringan mengakibatkan petani kembali menjerit karena gagal panen.

Sebelumnya Tata mengaku, pihaknya pun telah melayangkan surat ke 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, berupa imbauan pencegahan kebakaran. Harapannya, ditindaklanjuti kecamatan ke desa dan disosialisasikan ke masyarakat. Isinya, masyarakat jangan ceroboh atau lalai saat menggunakan kompor. ’’Apabila sudah menyala, disaat mematikan harus dipastikan betul-betul mati,’’ terang dia.

Kemudian, listrik juga suka menjadi penyebab kebakaran. Oleh karena itu, dia menyarankan memeriksa kabel arus pendek untuk memastikan tidak ada yang bocor. ’’Supaya terhindar dari korsleting arus pendek,’’ ungkap dia. (drx/aku/hen)

0 Komentar