Lonjakan Penumpang 30 Persen

MELONJAK: Penumpang di Stasuin Padalarang melonjak saat Ramadan. Hal ini karena banyak warga yang berwisata ke Bandung Barat.[/caption]

Kepala Stasiun Padalarang Winata menuturkan, penumpang kereta api kelas ekonomi di Stasiun Padalarang pada hari biasa sekitar 2.700-3.000 orang. Namun, pada saat Lebaran, jumlahnya melonjak hingga 3.500 orang bahkan lebih. ”Kenaikan ini lantaran di Bandung Barat memiliki sejumlah tempat wisata sehingga banyak masyarakat yang menaiki kereta api. Ini terjadi setiap akan menghadapi Lebaran,” katanya kepada wartawan kemarin (5/7).

Winata mengungkapkan, Stasiun Padalarang melayani 19 perjalanan kereta kelas ekonomi jurusan Padalarang-Cicalengka dan sebaliknya. Harga tiket saat hari raya nanti tidak mengalami kenaikan, yakni tetap Rp 5 ribu. Moda transportasi kereta api memang menjadi pilihan yang efektif bagi masyarakat di Bandung Timur yang hendak menuju sejumlah tempat wisata di Bandung Barat. Tak jauh dari Stasiun Padalarang, terdapat objek wisata Situ Ciburuy yang cocok untuk tempat berlibur keluarga. ‪”Banyak masyarakat yang memilih kereta api. Mungkin jauh lebih murah dan cepat,” katanya.

‪Lebih jauh dia menjelaskan, pihaknya rutin melakukan perbaikan jalur kereta untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang. Hal itu juga sesuai dengan prosedur yang ditetapkan PT Kereta Api. ”Bukan hanya menjelang hari raya saja kami melakukan perbaikan, tetapi hal ini rutin kami lakukan,” tuturnya.

‪Menjelang arus mudik Lebaran, lanjut Winata, diprediksi tidak akan ada lonjakan penumpang di Stasiun Padalarang. Soalnya, sebagian besar pemudik berangkat dari stasiun-stasiun besar seperti Stasiun Bandung dan Kiaracondong. ”Ramainya pada hari H Lebaran. Untuk yang naik dari Padalarang juga banyak dengan tujuan ke Stasiun Bandung dan Kiaracondong. Apalagi, kalau Lebaran banyak yang datang ke masing-masing rumah orang tua di sekitar Bandung Raya,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang warga Padalarang Mirnanti, 29, mengaku, dirinya kerap menggunakan kereta api di Stasiun Padalaranag lantaran nyaman dan aman. ”Biasanya saya naik dari Padalarang menuju Kiaracondong karena saya punya saudara di sana. Naik kereta api jauh lebih cepat saja,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, fasilitas di Stasiun Padalarang tetap aman dan nyaman. Di lokasi juga tidak berdesakan antrean yang cukup siginifikan sehingga penumpang lebih nyaman. ”Justru kalau ramai dan berdesak-desakan menurut saya tidak nyaman,” ungkapnya. (drx/fik)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *