Menpora Siap Jalankan Kompetisi

Menpora Siap Jalankan Kompetisi
0 Komentar

’’Fakta, sudah jadi kenyataan, bahwa PSSI disanksi FIFA, tapi masyarakat bola dan sepakbola nggak boleh berhenti,’’ tegasnya. Menurut dia, sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk ikut memastikan kompetisi/turnamen tetap dapat berjalan dengan baik.

Meski demikian, Nahrawi menambahkan, kalau dirinya memahami tentang banyaknya harapan agar perbaikan segera dilakukan. Termasuk, bagaimana nantinya PSSI harus mematuhi statuta FIFA sekaligus tunduk pada statuta hukum di Indonesia. ’’Saya kira kalau itu sudah berjalan baik, tentu dengan manajemen profesional, transparan, akuntabel, saya kira masyarakat bola dan kita semua nggak akan merugi di masa mendatang,’’ paparnya.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Dewan Kehormatan PSSI Agum Gumelar juga datang ke istana menemui Presiden Jokowi. Pertemuan dilakukan sebelum presiden melakukan pertemuan dengan menpora.

Baca Juga:Bukan Salah Buffon SemataPemain Paling Rugi

Usai pertemuan, purnawirawan jenderal TNI AD yang juga mantan menteri perhubungan itu mengungkapkan, kalau sempat meminta kepada presiden untuk memerintahkan pada menpora agar mencabut pembekuan pada PSSI. Dia memandang, langkah pembenahan terhadap persepakbolaan tanah air tidak sepatutnya dilakukan dengan mengamputasi PSSI.

Sebab, lanjut dia, selama pemerintah masih membekukan PSSI, sanksi FIFA tidak akan dicabut. ’’Ujung-ujungnya kompetisi tidak bisa jalan, tanpa kompetisi tidak ada pembinaan,’’ kata Agum.

Berbeda dengan menpora, Agum menilai kalau tidak mungkin menyelenggarakan kompetisi tidak di bawah statuta FIFA. ’’Pak Jokowi kelihatannya mengerti betul yang saya sampaikan. Mudah-mudahan, kita lihat realisasinya,’’ harapnya.

Sementara itu, sinyal langkah pembekuan terhadap PSSI belum akan dicabut dalam waktu dekat, muncul dari keterangan Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki. Dia menegaskan tentang pernyataan menpora usai bertemu presiden. Bahwa Jokowi, menurut Teten, telah meminta agar kompetisi-kompetisi sepakbola di tanah air segera bergulir. Hal itu dimaksudkan, agar para pemain, pelatih, dan official tetap memiliki penghasilan. ’’Di samping agar persepakbolaan tanah air tetap bergairah,’’ tandas Teten. (dyn/tam)

0 Komentar