oleh

Benteng SMK PGRI 2 Ambruk

[tie_list type=”minus”]Akibat Luapan Air dari Drainase[/tie_list]
CIMAHI – Meluapnya saluran air akibat hujan deras yang mengguyur Kota Cimahi kemarin malam, mengakibatkan benteng sekolah SMK PGRI 2 Cimahi ambruk. Akibatnya, sejumlah ruangan sempat terendam air setinggi 1,5 meter disertai lumpur.
Ada pun beberapa ruangan tersebut diantaranya ,Tata Usaha, ruang arsip, dan dua ruang kelas. Akibatnya, sebagian arsip penting ikut terbawa hanyut.

Benteng SMK PGRI 2 Ambruk
ISTIMEWA

HANCUR: Benteng SMK PGRI 2 Kota Cimahi ambruk setelah terkena luapan air. Sebelumnya, di wilayah ini sempat terjadi hujan deraspada Rabu (6/5) malam lalu.

Kepala Sekolah SMK PGRI 2 Yoyo Waluyo mengatakan, luapan drainase diduga akibat banyaknya pembangunan perumahan di kawasan tersebut, salah satunya perumahan Nusa hijau.
”Karena debit air sangat tinggi sehingga saluran tidak bisa menampung air dan mengakibatkan jebolnya tembok sekolah,” katanya di lokasi kejadian di jalan Encep Kartawirya, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, kemarin (7/5).
Yoyo mengaku, kejadian seperti ini pernah terjadi pada tahun 2007 silam. Namun, kejadian ini merupakan kejadian yang terparah setelah kejadian itu. Luapan air drainase masuk ke sejumlah ruangan dengan ketinggian air 1,5 meter yang menyebabkan kerusakan sejumlah peralatan kantor dan hilangnya sejumlah arsip-arsip penting.
”Air masuk ke ruang tata usaha sehingga semua arsip yang ada didalam komputer atau yang di printout, habis terbawa arus dan terkena lumpur,” terangnya.
Dilanjutkan Yoyo , pihaknya belum bisa menaksir berapa kerugian atas kejadian ini. Namun, dirinya sangat menyayangkan atas hilangnya sejumlah arsip penting.
”Kalau kerugian materi gak terlalu diperhitungkan, tetapi yang jadi perhitungan adalah arsip penting itu,” ujarnya.
Sementara itu, kabid pemukiman dan perumahan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Cimahi Yusi karim mengatakan, pihaknya akan sesegera mungkin membenahi saluran drainase di kawasan tersebut.
Disinggung adanya dugaan saluran drainase dari perumahan yang menjadi penyebab, kata Yusi, pihaknya masih harus menyelidiki terkait permasalahan itu.
”Kami akan perbaiki drainase di lingkungan sekolahan itu, adapun soal air kiriman perumahan nanti saya selidiki dulu kebenarannya,”terangnya.
Yusi mengatakan, pengaturan saluran drainase di sebuah perumahan yang dikembangkan swasta tentunya menjadi
tanggung jawab pihak pengembang. Namun terkadang perhatian pada analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) tidak sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya.

’’Amdal hanya diatas kertas, saat membangun harus begini harus begini namun pada pelaksanaannya terkadang nggak nyambung dengan yang direncanakan,” ucapnya.
Oleh sebab itu, jika benar meluapnya salah satu saluran drainase karena disebabkan oleh perumahan maka pihaknya akan memanggil pihak pengembangnya.
”Kalau benar (meluapnya drainase) disebabkan oleh salah satu perumahan maka pengembang akan kami panggil,”,katanya. katanya. (Gat/asp)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga