oleh

Pusat Kota Gelap

Taman Alun-alun Minim Lampu Penerangan

CIMAHI – Minimnya lampu penerangan Taman Alun-alun Kota Cimahi membuat sejumlah warga khawatir. Pasalnya, masyarakat takut hal itu justru dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab untuk melakukan perbuatan tidak terpuji.

Taman Alun-alun Cimahi Minim Lampu Penerangan
Gatot Poedji Utomo/Bandung Ekspres

KOK GELAP: Minimnya lampu penerangan Taman Alun-alun Kota Cimahi membuat sejumlah warga khawatir. Pasalnya, selain berbahaya bagi keamanan, juga sering dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sudah sepekan terakhir ini, setidaknya ada 12 titik penerangan lampu yang tidak menyala. Hanya penerangan lampu disisi sebelah timur alun-alun saja yang masih aktif. Sementara dibagian tengah dan Barat Alun-alun sangat minim penerangan, sehingga terkesan gelap tanpa penerangan sama sekali. Belum lagi ditambah rimbunannya pohon dibagian barat tersebut.

Salah seorang warga Yudi, (23) mengaku kecewa atas minimnya lampu penerangan di Alun-alun Kota Cimahi pada malam hari. ”Ini kan pusat kota, masa gelap.” katanya saat ditemui dilokasi kemarin (25/3).

Dia pun mengkhawatirkan terjadinya tindakan asusila. Pasalnya, Yudi sering melihat beberapa orang atau pasangan muda-mudi sering berada di tempat itu saat malam hari. ”Iya kalo malam itu gelap sekali, khawatir digunakan untuk hal-hal negatif. Apalagi itu lokasinya di sekitar Mesjid Agung,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Cimahi Barkah Setiawan mengaku prihatin dan meminta Kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) untuk segera menambah dan menyalakan lampu penerangan di sekitar Jalan Amir Machmud, terutama di sekitaran taman Alun-alun Kota Cimahi.

”Selain untuk keamanan, di situ juga ada tempat beribadah yaitu Mesjid Agung yang merupakan tempat ibadah terbesar di Kota Cimahi. Kalau tidak segera diperbaiki sangat memperihatikan kondisi itu,” ujarnya.

Sesuai dengan visi misi Kota Cimahi sebagai Kota Agamis, maka dia berharap agar titik tersebut harus menjadi perhatian Pemkot dan pihak terkait lainnya. ”Seharusnya jadi satu areal yang terintegrasi antara Alun-alun dan Mesjid Agung itu,” terangnya. ”Lampu penerangan itu patokannya bukan hanya keindahan saja, tapi harus juga memperhatikan fungsinya,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Kabid. Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cimahi Ade Ruhiyat menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan masyarakat tentang minimnya penerangan lampu taman. ”Setiap ada laporan kita tindaklanjuti. Selama ini dilakukan perawatan, kalau ada yang mati kita segera cek ke lapangan untuk memeriksa kemungkinan penyebabnya dan dilakukan perbaikan segera,” katanya. (mg18/asp)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga