oleh

Masih ada Minimarket Tak Berizin di Cimahi

”Ada 110 unit (minimarket). Dari total jumlah itu, yang mengantongi izin hanyal 75 unit. Sementara sisanya belum memiliki izin,” sebutnya.

Selain itu, dia juga mengakui, jika minimarket yang ada saat ini tak seimbang dengan jumlah penduduk atau sudah melebihi kuota. Sebab, apabila di sandingkan dengan jumlah penduduk Kota Cimahi yang mencapai 600 ribu jiwa.

”Tapi minimarket itu kurang merata. Selatan masih kurang. Paling banyak itu di Tengah dan Utara,” jelasnya.

Menurutnya, permasalahan minimarket ilegal itu sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, Satpol PP Kota Cimahi kerap mewacanakan menyegel hingga menutup minimarket bodong itu.

”Aneh memang rata-rata dari mereka mengajukan izinnya setelah bangunan berdiri. Padahal, semestinya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sebagainya diurus sebelum proses pembangunan,” ujarnya.

Dikatakannya, Disdagkoperind sendiri kewenangannya hanya memberikan rekomendasi dari segi perdagangannya. Sementara untuk izin itu diterbitkan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi.

”Kalau izin ke DPMPTSP, tapi memang salah satu syaratnya ada rekomendasi Disdagkoperind,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kabid Perizinan Perekonomian pada DPMPTSP Kota Cimahi, Dodi Hadimulyo mengklaim, pihaknya sudah tegas dalam mengeluarkan izin. Sehingga, jika persyaratan belum lengkap, maka izin tidak akan dikeluarkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.