Djanur Menikmati Status “Menganggur”

jabarekpsres.com, CIREBON – Djadjang Nurdjaman tampak santai dengan setelan jersey Persib Bandung berwarna putih, celana training hitam dan sepatu kets. Dia terlihat ceria mendampingi talenta-talenta pesepakbola muda anggota Akademi Sepak Bola Garuda Caruban.

Djanur –sapaan akrabnya, terlihat menikmati masa-masa senggangnya setelah memutuskan mundur dari Persib Bandung. Ya, Djanur resmi mengundurkan diri sebagai pelatih Persib pada 15 Juli lalu. Itu kedua kalinya dia meminta mundur setelah pengunduran dirinya yang pertama pada Juni lalu ditolak manajemen klub.

Djanur sudah terlihat ada di Majalengka saat Maung Bandung –julukan Persib, melakoni laga kandang menghadapi Persija Jakarta, Sabtu lalu (22/7). ”Saya memang sengaja pulang ke Majalengka untuk mencari ketenangan,” kata dia saat ditemui Radar Cirebon (Group Jabar Ekspres) di Lapangan Sepak Bola Garuda, Tegalwangi, Kabupaten Cirebon, kemarin.

Saat ini, Djanur tengah membantu program pembinaan pemain muda yang dijalankan Akademi Sepak Bola Garuda Caruban. “Saya sedang menikmati waktu istirahat. Tapi, aktivitas saya di dunia sepak bola tidak berhenti. Seperti saat ini, saya membantu pembinaan usia muda di Cirebon,” terangnya.

Setelah hengkang dari kursi kepala pelatih Persib, Djanur merasa kehidupannya lebih tenang. Ia merasa telah melepaskan beban berat yang selama ini ditanggungnya. Tidak heran, sebab ekspektasi Bobotoh –sebutan suporter Pesib, sangat tinggi terhadap klub yang dicintainya tersebut. ”Yang pasti bebas dari beban berat. Sebelumnya setiap hari saya memikirkan terus (nasib Persib, red). Apalagi ada tuntutan berat dari Bobotoh,” katanya.

Disinggung mengenai masa depan karirnya sebagai pelatih, Djanur mengaku belum memikirkannya. Kendati demikian, dia mengaku sudah mendapatkan tawaran dari beberapa klub peserta Liga-1. Namun, pelatih 53 tahun itu belum memberikan jawaban. ”Tawaran sudah ada. Tapi saya masih merasa nyaman dalam situasi sekarang,” ujarnya tanpa menyebut klub yang menawarinya.

”Saya tidak tahu akan sampai kapan seperti ini (tidak melatih, red). Kalau saya merasa masih butuh waktu mungkin sampai akhir musim Liga-1. Tapi situasi mungkin saja berubah. Jika dua minggu atau bulan depan saya berubah fikiran, mungkin saya akan melatih lagi,” tambahnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan