oleh

Keluhkan Minimnya Sosialisasi

[tie_list type=”minus”]

Terkait Pembangunan Technopark di Lapangan Krida

 [/tie_list]

CIMAHI – Warga mengeluhkan minimnya sosialisasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terkait rencana pembangunan technopark di lapangan Krida Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Padahal, MoU untuk rencana pembangunan technopark ini telah dilaksakan oleh Pemkot Cimahi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) RI di lingkungan Kantor Pemkot Cimahi pada Kamis (7/4) lalu.

Eva Yohana, 44, warga RT 05/03 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan mengatakan, sejumlah warga banyak yang belum tahu maksud dan tujuan tentang rencana pembangunan technopark ini. Terlebih, warga masih memanfaatkan lapangan Krida untuk sejumlah kegiatan yang salah satunya yakni, sepakbola.

”Lapangan Krida dipakai untuk warga. Dari Senin sampai Minggu sudah ada jadwal yang main sepakbola,” kata Yohana kemarin.

Dia mengungkapkan, sebelumnya warga pun menolak saat menerima informasi yang menyatakan bahwa lapangan Krida ini akan dibuat Akademi Komunitas (sekolah setingkat DI).

Informasi tersebut didapatnya tertanggal 16 Juni 2014. Informasi terkait rencana pembangunan Akademi Komunitas juga diterima warga pada 11 Januari 2015 saat dilakukannya pertemuan dengan sejumlah tokoh Kelurahan Utama dan warga pun masih keberatan tentang rencana tersebut.

”Pada 11 Januari 2015 warga berkumpul untuk membahas rencana pembangunan pemkot itu. Pembahasan saat itu masih pembahasan seputar Akademi Komunitas, bukan technopark dan warga pun menyatakan keberatannya saat itu,’’ ungkapnya.

Yohana menuturkan, informasi terkait rencana pembangunan technopark baru diterima warga hanya dari statemen pemerintah kota saat mengisi sambutan pada setiap acara yang diselenggarkan pemkot Cimahi.

”Terus 26 Februari 2015 ada statemen Diskopindagtan, bahwa technopark akan dibuat di Lapangan Krida. Jelas kami kaget,” katanya.

Warga menyayangkan, kawasan ruang terbuka hijau nantinya beralih fungsi hanya untuk kegiatan usaha semata. Dia menjelaskan, bukan berarti tidak mendukung usaha kreatif di daerahnya, hanya saja masyarakat sekitar berharap fungsi dari ruang terbuka hijau tidak berubah.

Dengan adanya isu ini, kata dia, masyarakat melihat ada sinyalemen bahwa pemerintah hanya mencari untung semata.

”Termasuk pembuatan pondasi, kenapa tidak ngobrol sama masyarakat. Tokoh masyarakat semua tidak setuju,” ujarnya.

Hal berbeda diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi Santoso Anto. Pihaknya mendukung terkait rencana pemkot Cimahi untuk membangun technopark di Lapangan Krida. ”Kalau saya setuju, karena dari IPM (Indek Pembangunan Manusia) dengan melihat daya beli warga kota Cimahi masih terhitung rendah. Oleh karenanya saya mendorong untuk meningkatkan daya beli. Salah satunya para UKM mengikuti program Inkubator UKM melalui rencana pembangunan technopark,” terangnya.

Disinggung soal minimnya sosialisasi dari Pemkot Cimahi, dirinya selalu mendorong pemkot Cimahi agar terus melakukan sosialisasinya. Pasalnya, segala yang menyangkut pembangunan Kota Cimahi harus ada sosialisasi kepada warganya.

”Ini (sosialisasi) sudah diakui Pemkot Cimahi untuk sosialisasi kepada warga masih sulit sedang untuk MoU sendiri harus segera dilakukan,” ujarnya.

Dikatakannya, pemkot Cimahi telah menganggarkan dari APBD sebesar Rp 2 miliar untuk membangun gedung technopark ini. Pembangunan gedung ini menjadi syarat untuk menyerap bantuan dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) sebesar Rp 6 miliar. ”BPPT akan menurunkan anggaran untuk program technopark, asal syaratnya

tempat sudah tersedia untuk pelaksanaan program technopark,” urainya.

Sebelumnya, Wali Kota Cimahi Atty Suharti saat melakukam penandatanganan MoU antara Pemkot Cimahi dan BPPT mengungkapkan, dengan didirikannya technopark di Kota Cimahi bisa mendongkrak laju ekonomi daerah.

Untuk di Kota Cimahi sendiri, sektor yang menjadi fokusnya adalah makanan, minuman, tekstil dan industri kreatif. Atty berharap untuk pengerjaannya bisa dilakukan secepatnya, agar dirasakan masyarakat, dan memberi sumbangsih nyata bagi rakyat Indonesia.

”Pertengahan 2016 mudah-mudahan sudah ada Pembentukan tim. Program ini (technopark) selain untuk Cimahi, juga untuk negara,” ujarnya saat itu. (gat/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.