oleh

Bakso Tikus Tak Terbukti

[tie_list type=”minus”]Polisi Pegang Data Uji Laboratorium [/tie_list]

CIMAHI – Kapolres Cimahi AKBP Dedy Kusuma Bakti menegaskan, tidak menemukan bukti adanya bakso dan mie ayam daging tikus yang sempat menghebohkan. Sebab, tidak lama setelah setelah dipublish oleh warga di viral, dia langsung melakukan investigasi.

”Kita sudah periksa beberapa saksi. Dari hasil uji laboratorium terhadap makanan yang ada di kedai saudara S tidak ditemukan bahan yang tidak layak dikonsumsi,’’ ujarnya.

Dengan bukti tersebut, jajaran Kepolisian Resort Cimahi mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak merasa resah lagi dengan kabar yang telah beredar itu. ”Tidak usah takut lagi. Bakso tersebut tidak mengandung zat atau bahan yang bukan untuk dikonsumsi manusia,’’ kata Dedy.

Di bagian lain, dia berharap masyarakat lebih bijak dalam melakukan tindakan. Sebab, semua pedagang tidak seperti itu. Ada baiknya, kata dia, apabila menemukan fenomena serupa, segera melaporkan ke kepolisian terdekat.

Terlebih, hal itu menyangkut pasal 140 Undang-undang Pangan. Isinya mengatur tentang setiap orang yang memproduksi dan memperdagangkan pangan yang dengan sengaja tidak memenuhi standar keamanan pangan. ”Jadi, jangan langsung mempublikasikan. Sebab, bisa merugikan orang lain,’’ tandasnya.

Sementara itu, foto yang diposting oleh Imas Dyanti, warga Cijerah, Cimahi pada akhir April lalu, Dedy mengaku pihaknya akan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui kebenarannya. Sebab, yang bersangkutan pun belum sepenuhnya yakin, jika yang dipostingnya itu adalah ekor tikus. Tapi hanya menyerupai.

Sebelumnya, Imas Dyanti mengaku memfoto mi ayam berekor tikus. Dia membelinya di salah satu pedagang di kawasan Cijerah.

”Imas belah bakso, belum sempat dimakan. Kata ibu sebentar, ibu ambil (ekor tikus) dari mi ayam disimpan di atas kresek. Karena penasaran saya panggil adik. Kata adik ini ekor tikus,’’ ujar Imas.

Sementara itu, pedagang mi ayam yang dibeli Imas mengaku tidak tahu, ada ekor tokus dalam mi ayam buatannya. Tidak lama setelah Imas mengunggah foto mi ayam dengan ekor tikus, foto itu pun beredar luas di masyarakat.

Foto mi ayam berekor tikus yang diunggah Imas berdampak besar pada omzet penjualan mi ayam, khususnya di kawasan Kota Bandung dan Cimahi. Tidak hanya pedagang mi yang merugi, warga pun khawatir dengan peredaran mi ayam berbahan tikus.

Menurut Imas, tujuan dia mengunggah foto itu bukanlah untuk merugikan para pedagang mi ayam. Apalagi menakuti warga.

Dia hanya ingin mengimbau orang lain agar lebih berhati-hati saat memilih jajanan.

Di bagian lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengambil sejumlah sampel bakso dan daging racikan mi ayam untuk diuji di laboratorium.

”Di sana, kami banyak mendapatkan informasi. Kami memang mengambil beberapa sampel bakso,” ucap Kasi Farmasi Makanan dan Minuman Dinkes Cimahi Elly Herlia.

Sejauh ini, kedua belah pihak mengaku sudah dimintai keterangan polisi, baik Imas Dyanti yang pertama kali mengunggah foto mi ayam yang diduga terdapat ekor tikus ke media sosial Facebook, maupun pedagang yang diduga menjual mi ayam ekor tikus. (gat/bbs/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.