Simulasi di Cianjur 5 Menit Perpemilih

15
simulasi pemilu
DOK. ISTIMEWA
SIMULASI PEMILU: KPU RI saat melaksanakan simulasi jelang Pemilu 2019 di Komplek Masjid Agung Wali Songo desa Kadu Mangu Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor, Sabtu (19/08).

BANDUNG – Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat menda­pati potensi kendala teknis yang akan terjadi pada proses pemungutan dan perhitung­an suara Pileg dan Pilpres Tahun 2019.

Hal itu terungkap saat pi­haknya melihat langsung si­mulasi pemilihan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ka­bupaten Cianjur. Saat mela­kukan monitoring persiapan penyelenggaraan Pileg dan Pilpres Tahun 2019 itu, dida­pati kendala teknis yakni da­lam proses pemungutan dan penghitungan suara.

”Tadi kita berbicara tentang simulasi pemilihan, kita akan mendapatkan kendala teknis dengan 5 surat suara dengan 300 per TPS. Tadi hasil simu­lasinya adalah sekitar 5 menit per pemilih belum peng­hitungan suara jadi ada kemun­gkinan lewat hari,” kata ang­gota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Sadar Muslihat.

ads

Dia hawatir keadaan itu justru akan mempengaruhi sah atau tidaknya hasil penghitungan suara secara formal. Karena sebutnya ketika lewat hari ini secara formal dapat mem­pengaruhi keabsahan doku­men tersebut. Selain itu per­masalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang belum se­lesai, terkait adanya 31 Juta tambahan DPT yang masih harus dipencocokan dan pe­nelitian (coklit) di tingkat Kabupaten.

”Kelihatannya dari teman-teman KPU mengatakan, KPU dan KPU RI sendiri belum ada solusi yang pasti. Kita berha­rap ini akan segera dapat kepastian atau teknis seperti apa, dan juga akan ada sekian jumlah saksi yang akan disi­apkan nanti bukti sertifikat atau bukti berita acara dan itu tidak boleh di tulis sen­diri harus oleh KPPS dengan persiapan yang benar-benar” sebutnya.

Sadar berharap, KPU seba­gai pelaksana dapat bertindak netral dan memastikan seluruh lapisan jajaran KPU terhindar dari kecurangan, ataupun manipulasi serta kepada Ba­waslu untuk melakukan pengawasan yang seadil-adilnya.

”Artinya baik KPU dan Bawaslu menjaga jarak yang sama untuk semua peserta pemilu, dan mendidik lebih profesional kepada petugas lapangan mengingat tadi kendala kesulitan yang su­dah terbayangkan,” pung­kasnya. (*/ign)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.