Masalah Utama di KBU, Material Lumpur Diketahui dari Utara

90
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
PASCA BANJIR BANDANG: Petugas gabungan bersama warga membersihkan lumpur pasca banjir bandang di kawasan Jatihandap, Jalan PH. Mustofa, Kota Bandung, kemarin (21/3).

BANDUNG – Ratusan warga masih membersihkan lumpur dari luapan air dari Sungai Cicabe dan Cipamokolan yang tumpah ke jalan kawasan Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati. Proses pembersihan juga menghambat lalu lintas jalan arteri yang di kawasan Jalan Cicaheum.

Dari pantauan, terlihat tumpukan lumpur dan material diangkut dari dalam gang menuju pinggir jalan. Setelah ditampung di jalan, lumpur kemudian diangkut menggunakan truk. Tidak hanya itu, petugas pemadam kebakaran juga menyemprotkan air agar badan jalan tak licin ketika dilewati pengguna jalan.

Sebagai informasi, selain sempat memutuskan jalur arteri, banjir bandang lumpur juga menyeret 17 mobil dan sejumlah kendaraan roda dua yang dilaporkan rusak parah akibat terseret arus banjir. Menurut warga, banjir kali ini merupakan yang terparah.

Salah satu warga sekitar Deni Ramdhani, 27, mengaku, membersihkan lumpur yang masuk kedalam rumah. Praktis, dia harus membersihkan beragam perabot rumah tangga yang terendam lumpur. Sementara pasokan air bersih minim. ”Yang dibutuhkan sekarang air bersih. Buat bersihkan rumah dan alat alat sekolah buat anak,” kata Deni di temui di lokasi.

Lurah Jatihandap Tata Prihramadiputra mengatakan, menyediakan 13 lokasi pengungsian untuk warganya yang terkena dampak banjir bandang Selasa lalu. Meski saat ini belum digunakan warga.

”Ada yang mengungsi. Tapi umumnya warga memilih bertahan di rumah atau mengungsi ke rumah kerabat,” kata Tata.

Dia memerinci, sedikitnya ada 500 rumah yang terkena dampak luapan arus sungai Cipamokolan. Tiga rumah rusak parah, 50 rusak sedang, 300-an rumah rusak sedang dan sisanya terandam air dan lumpur. ”Jumlah warga sekitar 1.300 jiwa, yang terdampak empat RT (03, 05, 04 dan 16, Red),” katanya.

Dia berharap dengan kejadian ini warga bisa mengambil hikmahnya untuk mematui aturan yang dikeluarkan pemerintah Kota Bandung. ”Intinya harus taat aturan, kalau jangan buang sampah ya jangan. Nanti yang rugi kita semua,” terangnya.

Usai meninjau lokasi banjir bandang di daerah Cicaheum, Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Bandung Muhamad Solihin menyebutkan banjir bandang di kawasan Jatihandap lantaran permasalahan lingkungan di Kawasan Bandung Utara (KBU).

”Kami perkirakan lumpur dan material dari daerah utara. Makanya penanganan kondisi seperti ini tidak bisa lagi oleh hanya Pemkot Bandung tapi juga dengan daerah otonom yang lain. Termasuk KBB, Kabupaten Bandung, dan Cimahi,” ungkap Solihin di Posko bencana.

Solihin mengungkapkan, penanganan ini tidak hanya dilakukan secara parsial. Butuh kolaborasi untuk menghindari kejadian serupa. Solihin yang merupakan Asisten Administrasi di Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengaku, akan melakukan koordinasi dengan Pemprov Jabar. Salah satunya mengusulkan perbaikan kebijakan dalam Musrenbang Provinsi.  ”Kemarin itu kejadian banjir yang luar biasa dan di luar prediksi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Ferdi Ligaswara menyebutkan, banjir yang menerjang Kota Bandung kali ini bukan disebabkan oleh faktor alam, melainkan ulah manusia. ”Pembangunan yang tidak terkontrol di KBU harus dikendalikan, diawasi, bahkan segera ditindak. Hal itu menyebabkan resapan airnya tidak masuk ke dalam tanah, tapi mengalir ke kawasan terendah,” ungkapnya.

Menurut dia, jika pemangunan di KBU tetap dibiarkan, dia meyakini jika bencana banjir yang lebih besar akan kembali menerpa di kemudian hari. ”Kuncinya adalah semua pihak sadar aturan dan tidak hanya mementingkan keuntungan bisnis saja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Elly Wasilah mengungkapkan, telah memberikan bantuan beras premium sebanyak 2,3 ton untuk warga terdampak banjir bandang. Namun setelah dihitung ulang, jumlah kepala keluarga (KK) dengan bantuan yang diberikan masih kurang. Sehingga Dispangtan memberikan tambahan bantuan yang akan diluncurkan besok sebanyak 6 ton.

”Ini baru hitungan untuk 229 KK, sedangkan di Mandalajati hampir 500 KK. Sehingga kita akan berikan bantuan lagi besok 6 ton dengan bertahap,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, korban terdampak di Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati sebanyak  229 Kepala Keluarga (KK), Kelurahan Pasirlayung Kecamatan Cibeunying Kidul sebanyak 35 KK dan Kelurahan Cicaheum Kecamatan Kiaracondong sebanyak 500 (KK). (pan/rie)



TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.