34

Kemarau Panjang, Pasokan Beras Aman

SIAP DIDISTRIBUSIKAN: Petugas gudang Bulog sedang memindahkan beras dari gudang ke dalam truk untuk didistribusikan ke daerah dalam bentuk bantuan.

BANDUNG – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat menjamin dengan datangnya musim kemarau pasokan beras di Jawa Barat masih relatif aman.

Kepala Dinas Ketahanan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika mengatakan, pasokan beras di Jabar mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jabar sampai akhir 2018 ini.

“Menurut info dari Bulog Jabar, stok beras Kita (Jawa Barat) aman dan sangat mencukupi kebutuhan sampai akhir tahun,” jelas Dewi ketika di hubungi Jabar Ekspres kemarin. (8/8).

Sia memaparkan, meskipun di beberapa wilayah Jabar tengah dilanda musim kemarau. Namun, berdasarkan data adabeberapa daerah yang memang masih bisa panen. Sehingga, menambah pasokan beras di Jabar masih mencukupi dengan baik.

“Sehingga, sebenarnya tidak perlu kekhawatir atas pasokan beras karena di Jabar cukup aman, “ jelasnya.

Selain itu, datangnya musim kemarau ini tidak memberikan dampak terhadap harga beras. Sebab, selama ini harga beras disejumlah pasar masih stabil.

Seperi untuk beras kelas premium masih dikisaran sekitar Rp94.000 perkilo dan midle sekitar Rp12.500 perkilogramnya,kata Dewi.

Dia menuturkan, Jawa Barat sebetulnya tidak perlu melakukan impor beras ke negara lain. Sebab, keberadaan stok beras di beberapa daerah penyangga masih aman.

“Sebab, Jabar merupakan provinsi terbesar dalam memproduksi beras dan menjadi penyangga DKI Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia. Karena pasokan kita biasanya surplus sehingga ada beberapa yang kita kirim ke provinsi lainnya di Indonesia,” ucap dia.

Namun demikian, pemprov Jabar tidak bisa mencegah kebijakan impor. Sebab, kebijakan itu merupakan kewenangan Pemerintah Pusat, yang jelas Jabar menjadi suplier beras tertinggi.

Ajdi pada intinya masyarakat tidak perlu merasa khawatir dengan ketersediaan pangan di Jabar masih relatif aman dan terkendali,”pungkas Dewi. (mg1/yan)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.