Netty: Masyarakat Harus Waspada

Fazri/radarcirebon
TALK SHOW: Ketua P2TP2A Jabar, Netty Heryawan membeberkan kasus kekerasan anak saat talk show di studio RCTV, Minggu (26/3).

jabarekspres.com – Kasus kekerasan anak di Jawa Barat (Jabar) semakin lama kian memprihatinkan. Pasalnya, dalam kurun waktu enam tahun terakhir, kasus kekerasan terhadap anak di Jawa Barat terus meningkat.

Berdasarkan data yang dicatat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, terdapat 1.249 kasus terjadi dari 27 kota/Kabupaten di Jawa Barat. kekerasan seksual menjadi kasus kekerasan terhadap anak yang paling banyak memakan korban.

“Hari ini harus saya akui, kekerasan seksual trennya meningkat. Kemarin kan juga ramai, di Karawang 28 anak dicabuli pelatih sepak bola . Kemudian di Garut ada 8 anak. Dan, di berbagai tempat juga seperti itu,” jelas Ketua P2TP2A Jabar, Netty Heryawan saat talk show di RCTV, Minggu (26/3).

Netty menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut. Di antaranya, pengaruh kemajuan tekonologi. Di mana saat ini anak-anak dikepung berbagi tekonologi yang memudahkan mereka untuk mengakses segala jenis informasi.

Kemudian, kelemahan orang tua dalam membangun literasi media. Hal itu menyebabkan anak dapat sesuka hati menonton dan mencari segala hal tanpa pengawasan orang tua. “Per tahun 2016 sampai 2017 ini terjadi 346 kasus pelecehan seksual terhadap anak,” sebut Netty.

Untuk menekan angka tersebut, pihaknya tidak dapat berjalan sendiri. Melainkan perlu peran aktif seluruh kalangan. Seperti melibatkan berbagai pihak terkait, di antaranya Dinas Pendidikan, Komisi Penanggulangan Aids dan tentunya para orang tua.

Terkait  isu penculikan anak yang sedang heboh belakangan ini, Netty mengatakan, hoax atau bukan namun isu penculikan itu harus tetap diwaspadai. Dia khawatir nantinya para korban penculikan bukan hanya diarah organ dalamnya seperti isu saat ini, tapi juga bisa dijual ke luar negeri atau korban human trafficking. (fazri/rc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here